"Tips-Tips Menghadapi Guru Killer"... Ups Emang Ada Ya Guru Killer?
Pasti pernah dong, kita mendengar ada yang namanya
guru galak atau istilah gaulnya adalah "guru killer." Emang ada? Ya begitu deh,
katanya sih ada. Biasanya kita akan menemui guru killer disetiap sekolah. Yup,
pastilah ada saja sosok guru seperti itu disetiap sekolah. Jadi jangan pada
heran. Bahkan tidak sedikit loh, murid-murid yang pada takut dengan guru
killer tersebut (emang makan orang, kok pada takut sih? haha).
Guru killer itu ada disetiap sekolah, paling tidak
minimalnya ada satu orang. Betul nggak, sobat? Betul, betul, betul (maaf ya,
diajak bercanda mulu, biar pada nggak takut sama guru killer, hehe). Guru
killer biasanya dijuluki seperti itu, karena personalnya dan ada ciri-cirinya tersendiri,
misalnya; memiliki pandangan yang sangar atau tajam dimatanya dan biasanya para
murid saat diajar oleh sang guru killer pernah mengalami kejadian yang membuat
nyali takut atau merasa nggak nyaman.
Ngomong-ngomong, kenapa sih guru bisa menjadi killer
atau galak? Apa ya jawabannya? Gurunya lagi punya masalah kale atau emang sudah
sifat bawaan dari lahirnya ya? Eehmm… atau beliau pernah mengalami kejadian
yang tidak mengenakan dalam hidupnya kali, sehingga berdampak negatif pada
dirinya alias menjadi killer atau galak gitu.
Guru killer biasanya, jika bertemu para muridnya,
pasti ada saja hal yang terjadi atau ada aja hal yang sangat mengejutkan dan
unik yang dilakukannya, sehingga murid-murid lebih memilih menghindar atau
malah terkadang tidak sedikit juga yang ngumpet. Hayoo… mau ngumpet dimana?
Guru killer lewat tuh. (Usstt, diem!). Sebenarnya
tidak usah lebay juga kali ye, pake acara ngumpet segala. Lebih baik dihadapi aja,
jangan malah dihindari! Karena belum tentu dengan cara menghindar begitu, masalah
berhadapan dengan guru killer akan terselesaikan. Kita nggak perlu takut.
Ingatlah Allah swt. telah berfirman dalam Alquran.
“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan hanya kepada-Kulah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al-Baqarah: 40)
“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan hanya kepada-Kulah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al-Baqarah: 40)
Ada pertanyaan satu lagi, sobat! Kenapa guru killer
jumlahnya sedikit? Jawabnya kemungkinan begini nih, jumlah guru killer biasanya
tidak banyak, karena tidak semua guru seperti itu (Iya bener, bener). Jadilah
guru killer itu minoritas. Dari keminoritasnya itulah, guru killer diberbagai
dunia ini sangat langka dan khas, baik khas dalam mengajar maupun dalam
bersikap dan bertindak terhadap muridnya. Kok tahu? Tahu dong! Soalnya pernah
ketemu dan pernah kena juga sama guru killer (hehe).
Tahu nggak sobat, karena mempunyai ciri dan seni
tersendiri dalam mengajar ataupun membawakan pelajaran yang sesuai dengan
bidangnya, juga dalam berperilaku dan bertindak, justru sebenarnya atau
terkadang guru killer itu bisa menjadi guru yang sangat difavoritkan loh. Ups,
emang bisa? Emang begitu kenyataannya. Kalo nggak percaya, perhatiin deh! (ehmm…).
Semangat sobat! jika kita menemukan atau bertemu guru
killer atau galak di sekolah kita. Kita harus bersikap keep your smile aja
lagi. Ingatlah Sabda Rasulullah saw. ini.
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi)
Dalam syairnya, Zuher mengatakan, “Kau melihatnya senantiasa gembira saat kau datang. Seolah engkau memberinya apa yang engkau minta padanya.”
Tidak
semua dari guru killer galaknya make banget kok (catet). Maklumi saja. Biasanya
sih guru yang bertipikal seperti itu, pasti beliau mempunyai problem hidup
tersendiri, terus pelampiasannya ke pelajaran yang diajarkannya dan juga ke
murid-muridnya deh (Sssssttt, jangan keras-keras, hehe).
Bagaimana caranya menghadapi guru killer? Ada beberapa cara yang harus pelajar lakukan jika berhadapan dengan guru killer, antara lain adalah:
Pertama, Bersifat familiar terhadap guru tersebut. Sebenarnya, jika kita mampu beradaptasi dengan baik dengan
guru killer tadi, jadi enak dan asyik kok. Kok bisa? Bisa dong. Bagaimana cara
beradaptasinya? Nih, biar dikasih tahu bocorannya. Perhatiin, sobat! Sesungguhnya
pada dasarnya, hati guru killer itu baik. Jadi kita nggak perlu takut. Coba
kitanya yang harus familiar dulu deh. Ucapkanlah salam bila berpapasan dengan
sang guru killer tersebut. Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, dan sholatlah diwaktu malam ketika orang tertidur, maka kalian akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi)
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, dan sholatlah diwaktu malam ketika orang tertidur, maka kalian akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi)
Kedua, Berlaku sopan santun. Kita tegur atau sapa saja guru killer tersebut dengan
sopan satun, setiap kita bertemu atau belajar di kelas maupun diluar kelas. Contohlah
akhlak Nabi Musa as. bersama Nabi Khaidir as. untuk menimba ilmu (berguru) darinya,
Nabi Musa as. berkata dengan sopan santun dan lemah lembut kepada Nabi Khaidir
as.
“Musa berkata kepada Khaidir, “Bolehkah aku mengikutimu, supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu.” (QS. Al-Kahfi: 66)
Ketiga, Bersikap ramah tamah terhadapnya. Sebagai murid bersikap ramah tamah saja kepada guru
killer tersebut. Berilah senyuman, jika kita ketemu dengannya. Pegang teguhlah
sabda Rasulullah saw. berikut ini.
“Jangan sekali-kali engkau menghina, sekecil apapun bentuk kebaikan, meski hanya dengan sebuah wajah yang ceria, saat bertemu dengan sahabatmu.” (HR. Muslim)
Orang bijak berkata, “Senyuman itu bagaikan perhiasan batin yang memperindah perhiasan lahir yang kurang cantik. Senyuman dapat menaklukan hati yang bengis dan dapat menundukkan orang yang keras kepala.”
Gitu ya!? Coba saja dengan
mengucapkan basmalah dan hilangkan rasa takut atau rasa tidak enak dalam diri kita.
Jangan malah bete atau risih, kalo ketemu atau berhadapan dengan guru killer tersebut,
ntar digalakin mau!? (haha).
Keempat, Jangan mudah tersinggung dengan kelakuannya. Kalau guru killer lagi marah-marah nggak jelas,
jangan ditanggapi atau jangan dimasukin ke hati. Kita tidak perlu tersinggung
dengan perlakuannya. Maklumi saja! Emang sikapnya sudah begitu, mau diapain
lagi! Kita cari cara saja untuk bisa tetap tenang dan enjoy menghadapinya,
serta perlakukanlah guru tersebut dengan lemah lembut. Simaklah Firman Allah
swt. ini.
“Maka disebabkan rahmat dari Allahlah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159)
Kelima, Jalinlah komunikasi yang baik dengan guru killer
tersebut. Misalnya, dengan menanyakan kabar guru killer tersebut atau bertanya tentang
pelajaran yang diajarkannya. Sekiller apapun guru tersebut, jika ditanya
mengenai kabar dirinya pasti senang. Firman Allah swt. dalam Alquran.
“Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang sholeh dinaikan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras dan rencana jahat mereka akan hancur.” (QS. Al-Hajj: 24)
Lama kelamaan, killernya sang guru akan mencair juga
deh pada kita, karena dirinya merasa selalu kita perhatikan dan sikap kita
menunjukkan bersahabat dengannya. Rasulullah saw. berpesan dalam hadisnya.
“…dan pergaulilah orang lain itu dengan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhori)
Keenam, Memberi hadiah. Apalagi, jika kita berusaha memberinya sedikit buah
tangan atau hadiah, walaupun hanya dengan hadiah yang biasa-biasa aja. Aduuh,
makin kesemsem deh pastinya guru killer tersebut. Nggak apa-apalah, kita senang
kok, bisa bersahabat dengan guru killer tersebut. Eits, memberi hadiah bukan karena
mau menyuap lho, jangan su’uzhon (berprasangka jelek) dulu. Kita itu memberi hadiah
untuk menjalin persaudaraan dan untuk mengikat hati, agar hati kita menyatu dan
bersahabat dengan guru killer tersebut, kan nggak baik saling bermusuhan. Boleh
kok, kita melakukan hal seperti itu, Rasulullah saw. saja bersabda seperti ini.
“Saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling menyintai.” (HR. Baihaqi)
Jika kita terus perlakukan guru killer tersebut dengan
baik, maka guru killer tersebut pun akan care pada kita dan kita pun
menjadi nyaman deh. Akhirnya, kita nggak merasa takut lagi, jika berhadapan
atau bertemu dengannya dan kita pun dapat bersahabat dengan guru killer
tersebut. Tunjukkanlah rasa kasih sayang kita kepadanya. Damai deh duniaaa
iniii…! (waduh, senang bangeett deh). Seperti yang dikatakan Rasulullah saw. dalam
hadisnya berikut ini.
“Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka ia tidak akan dikasihi Allah.” (HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya, barangsiapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Muslim)
Kita harus tahu, bahwa guru killer tersebut juga
manusia kan? Yang punya hati dan perasaan, jika hatinya disentuh, pasti akan
menjadi lunak. Iya deh! Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An-Nahl: 125)
Wallahua'lambishowab.

