Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingatlah Jasa Guru!... Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Sebagai seorang murid, tentu saja ingat sekali dengan jasa-jasa para guru yang telah mengajarkan ilmu kepadanya. Banyak pelajaran dan berbagai macam hal yang telah diajarkannya, hingga kita dapat mengetahui apa saja yang tidak kita ketahui sebelumnya. Semenjak dari kita masih sekolah di Play Group, TK, SD, SMP/Tsanawiyah, dan SMA/Aliyah, sampai kita berada di Perguruan Tinggi jenjang S1. Kemudian sampai nantinya, kita juga akan melanjutkan ke jenjang S2 dan S3. Coba hitung, sudah berapa banyak guru kita yang telah bergonta-ganti mengajarkan ilmu kepada kita (nggak terhitung banyaknya, bukan?) dan sudah berbagai macam jenis pelajaran yang sudah kita dapatkan dan pelajari? Pastinya sudah banyak sekali!

Mungkin para guru kita sudah pada lupa atau tidak mengingat kita lagi, dalam artian mungkin sekarang para guru kita sudah pada tua, karena faktor usianya, sehingga mereka tidak dapat mengingat lagi para muridnya satu persatu yang sangat banyak atau bahkan ada yang sudah meninggal dunia (semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah swt., Aamiin).

Semangat sobat! Walaupun guru kita tidak mengingat kita, yang penting kita terus ingat pada mereka. Yang jelas mereka sudah pernah berjasa dalam hidup kita dalam memberikan dan mentranfer ilmu yang mereka miliki pada kita sebagai muridnya. Kita akan selalu mengingat mereka didalam hati sanubari kita selamanya. Terima kasih Guruku, jasamu akan kukenang selalu. Yuuk kita nyanyikan lagu Terima Kasih Guru buat para guru kita.

Terima Kasih Guru
Cipt. Sri Widodo

Terima kasihku, kuucapkan
Pada guruku yang tulus
Ilmu yang berguna
Selalu kau limpahkan
Untuk bekalku nanti

Setiap hariku dibimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kanku ingat selalu
Nasehat guruku 
Terima kasihku ucapkan

Guru mendapat julukan PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Benar nggak, julukan itu? Kenapa? Kok ragu sih? Tentu saja julukan itu benar dong, gimana sih! (habis suka sebel juga sih, melihat guru yang suka berperilaku tidak baik dan kurang rasa tanggung jawabnya, serta tidak bisa menjadi teladan bagi muridnya baik dari perkataan maupun perbuatan. Emang ada guru begitu? Yup. Tapi sudahlah, maafkan segala khilaf dan salah guru-guru kita. Semoga Allah memberikan hidayah dan ampunan kepada mereka. Kalau ragu terhadap julukan Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, sekarang marilah pelan-pelan kita hilangkan keraguan itu. Karena guru yang berperilaku jelek itu hanya oknum, masih banyak kok guru yang berjiwa mulia. Secara umum, memang guru mengajar mendapatkan upah atau gaji, karena gaji itu kan memang diberikan sebagai ganti jerih payah sang guru dalam mengajar, karena guru kan juga membutuhkannya biaya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Yang dimaksudkan dengan julukan guru sebagai PAHLAWAN TANPA TANDA JASA tersebut kurang lebih begini, bahwa para guru telah mengajarkan ilmu yang mereka miliki dengan ikhlas dan penuh dengan rasa kasih sayang, serta dengan rasa tanggung jawab terhadap pelajaran yang diajarkan kepada para muridnya. Capek loh jadi guru, karena yang dikelola guru kan makhluk hidup yang terus bergerak. Mau ngerasain? Jadi guru aja! (hehe). Nah, oleh karena itulah, Allah swt. memberikan pahala yang tiada putusnya kepada para guru. Allah berfirman dalam Alquran.

 “Maka Allah memberi pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, yaitu surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, sedangkan mereka kekal didalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Maidah: 85)

Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.

“Jika anak Adam meninggal, maka seluruh amalnya terputus, kecuali tiga perkara; 1. Shadaqah jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Anak shaleh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya.” (HR. Muslim)

Jadi sudah jelaslah, bahwa figur seorang guru itu sangat besar jasanya kepada murid-muridnya. Seorang guru juga memiliki posisi terhormat dimasyarakat karena ilmu yang dimilikinya, sehingga sikap dan perkataannya menjadi panutan bagi murid-muridnya (dikutip dari Sutarno NS). Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.

Wahai Abu Dzar, engkau ini lemah, sedangkan kepemimpinan adalah amanat dan kelak pada hari kiamat hanya akan menjadi sumber kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang-orang yang mengambilnya dengan hak dan melaksanakan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim)

Tugas seorang guru merupakan suatu kewajiban yang mulia dan tidak ringan. Seorang guru berjasa, karena telah berkorban untuk mengajari dengan berbagai ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman yang sangat berharga kepada murid-muridnya. Para guru juga telah memberikan pencerahan hati dan menerangi pikiran, pengayaan dan wawasan yang luas, dan rasa kasih sayang, serta semangat yang membara. Semua ilmu sebagai bekal untuk murid-muridnya telah diberikan oleh guru. Subhanallah!

Barangsiapa yang berbuat baik, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan memberinya kehidupan yang baik dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan ganjaran yang lebih bagus amalannya.” (QS. An-Nahl: 97)

Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

Jadi mana mungkin kalau kita lupa terhadap jasa mereka sebagai guru kita, baik dimasa lalu dan guru kita dimasa kini, mungkin akan ada lagi guru kita dimasa yang akan datang. Kenangan kita bersama mereka itu banyak sekali. Tanpa guru-guru kita tersebut, kita tidak mungkin bisa pintar dan sukses seperti sekarang. Bener nggak, sobat? Sungguh, kesuksesan kami para muridmu adalah berkat amal ibadahmu yang tulus. Sebagaimana Allah telah mengingatkan dalam Firman-Nya.

Dan, sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh.” (QS. Saba’: 37)

Rasulullah saw. mengingatkan dalam hadisnya.

“Sebaik-baik kamu adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Sampai kapanpun, jasa dan budi baik mereka, pasti akan selalu terkenang dalam hati sanubari kita. Sungguh luar biasa pengorbanan seorang guru. Kami sebagai muridmu akan tetap dan selalu sayang pada kalian, wahai para Ibu dan Bapak Guruku.

Doakanlah guru-guru kita dalam doa-doa kita setiap harinya, setelah sholat wajib lima waktu sehari semalam atau dalam doa panjang kita ditengah malam, serta doa kita diwaktu dhuha. Doakanlah guru-guru kita, agar diberi kesehatan, dilapangkan rezekinya, diberkahi ilmu yang diajarkannya, dan dirahmati Allah kehidupannya. Semoga ilmu yang telah diajarkan kepada kita akan menjadi amal jariyah bagi mereka. Bagi guru kita yang telah tiada, fadhilahkanlah selalu “Al-Fatihah” buat mereka. Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.

“Jika anak Adam meninggal, maka seluruh amalnya terputus, kecuali: tiga perkara; 1. Shadaqah jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Anak shaleh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya.” (HR. Muslim)

Untuk mengenang jasa-jasa para guru kita yang telah mengajarkan ilmu dan mendidik kita dengan susah payah sehingga kita menjadi murid yang memiliki ilmu pengatahuan, mari kita nyanyikan lagu Hymne Guru. Satuu…, duaa…, tigaa…, mulai!

Hymne Guru
Cipt. Sartono

Terpujilah wahai engkau
Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup
Dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir
Di dalam hatiku
Sbagai prasasti trima kasihku
Tuk pengabdianmu   

Engkau bagai pelita
Dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk
Dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Setiap hariku dibimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kanku ingat selalu
Nasehat guruku
Terima kasihku ucapkan