"Sudahkah Waktu Anda Diisi Dengan Hal Yang Bermanfaat?"
Bicara masalah waktu? Wah, tentu
seru banget, sobat. Waktu kan 24 jam dalam sehari, berarti kita mempunyai
banyak waktu dong untuk beraktifitas setiap harinya? Tapi masalahnya, waktu
yang banyak itu untuk apa? Apakah sudah kita pergunakan dengan sebaik-bainya?
Nah, itu dia yang paling penting. Mungkin keseharian waktu kita, ada yang telah
dipakai untuk yang bermanfaat, tetapi ada juga yang belum. Hayoo… siapa yang
belum bener memanfaatkan waktunya? Allah telah berfirman dalam Alquran.
“Demi masa, sesungguhnya manusia
pasti dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh, saling
berwasiat dalam kebaikan dan dalam kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)
Rasulullah telah bersabda dalam
hadisnya.
“Sebaik-baik kamu adalah yang
panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR.Tirmidzi)
Ibnul Qoyyim berkata, “Waktu
merupakan materi kehidupannya yang abadi dalam kenikmatan yang kekal. Berlalunya
waktu lebih cepat dari awan. Penggunaan waktu untuk Allah dan dengan Allah,
berarti Allah merupakan hidupnya dan usianya. Penggunaan pada selain itu,
berarti penggunaan tersebut tidak dianggap sebagai bagian dari hidupnya. Bila
ia hidup pada waktu yang demikian, maka hidupnya itu bagaikan binatang. Bila ia
menghabiskan waktunya dalam kelalaian, lamunan, dan angan-angan yang bathil,
maka kematian seperti itu adalah lebih baik baginya, daripada hidupnya.”
Coba deh kita hitung sekarang, waktu
kita itu lebih banyak untuk yang bermanfaat ataukah lebih banyak waktu
senggangnya? Atau bahkan waktu kita lebih banyak digunakan untuk yang tidak
berguna alias sia-sia? Jika kita mempunyai banyak waktu senggang, jangan hanya
kita anggurin aja dengan tidak melakukan aktifitas apapun, karena itu bahaya loh,
sobat. Hayoo… apa bahayanya, dengan tidak diisinya waktu luang kita? Jawabnya
adalah, kita akan mudah digoda oleh setan untuk melakukan hal-hal yang buruk
dan membuat kita menjadi lalai. Tentu hal itu akan merugikan diri kita sendiri.
Oleh karena itu, lakukanlah aktivitas yang bermanfaat untuk diri kita. Allah
swt. tidak menyukai orang-orang yang lalai, seperti yang terdapat dalam Firman
Allah swt. berikut ini.
“Dan telah dekatlah kedatangan
janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalak mata orang-orang
yang kafir. (Mereka berkata), “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami ada
dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS.
An-Anbiya’: 97)
“Dan janganlah kamu mengikuti
orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti
hawa nafsunya dan adalah keadaan itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi: 28)
Camkanlah sabda Rasulullah saw.
dibawah ini.
“Sesungguhnya kesehatan dan
kesenggangan, merupakan dua nikmat diantara nikmat-nikmat Allah yang dalam
keduanya banyak manusia tertipu.” (HR. Ad-Darami)
Bagaimana caranya, supaya kita dapat
memaksimalkan seluruh waktu kita untuk digunakan pada hal-hal yang bermanfaat
dan tidak menjadi sia-sia? Caranya adalah, dengan mengatur waktu kita dengan
sebaik-baiknya dan menatanya dengan rapi, tetapi harus istiqomah (komitmen).
Jangan terjadi sebaliknya, malah kita tidak komitmen melakukannya, yang ada
malah kita jadi membuang-buang waktu. Akhirnya, waktu kita menjadi sia-sia.
Nauzhubillahi min zhalik. Simaklah Firman Allah dalam Alquran.
“Sungguh beruntunglah orang-orang
yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholat dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari perkara yang sia-sia.’ (QS. Al-Mukminun: 1-3)
Rasulullah mengingatkan dalam
hadisnya dibawah ini.
“Diantara kebaikan Islamnya
seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (HR.
Muslim)
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
atas setiap waktu kita, digunakan untuk apa saja waktu kita itu dan nanti di
akhirat kita juga akan mempertanggungjawabkan dari setiap waktu-waktu kita, tiap
detik, tiap menit, tiap jam dibuat untuk apa selama kita hidup di dunia. Allah
swt. berfirman dalam Alquran.
“Wahai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan
(mempersiapkan) apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Rasulullah saw. bersabda dalam
hadisnya.
“Tiadalah perbandingan dunia ini
dengan akhirat, kecuali seperti seorang yang memasukkan jarinya ke dalam lautan
luas, maka perhatikanlah yang tersisa.” (HR. Muslim)
Imam Hasan al-Basri berkata, “Dunia
ini sebaik-baik tempat bagi orang mukmin. Karena mereka sedikit mengambil bekal
dari kesenangan dunia untuk menuju surga. Sementara dunia ini tempat yang
terburuk bagi orang-orang kafir dan munafik. Karena mereka bersenang-senang dan
mengambil bekal dari dunia ini menuju neraka.”
Hal itu menunjukkan, betapa waktu sangat
penting! Sampai-sampai, banyak sekali terdapat dalam Alquran bahwa Allah swt.
bersumpah atas nama waktu, seperti; waktu fajar, shubuh, dhuha, ‘ashr, dan
al-Lail. Sebagaimana Allah swt. berfirman atas waktu ‘Ashr.
”Demi masa, Sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati, supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Kita harus mengetahui sobat, bahwa melakukan
hal yang bermanfaat itu sebenarnya sangatlah bagus, ketimbang melakukan hal
yang sia-sia. Karena melakukan hal yang bermanfaat itu sangat berguna untuk
kehidupan kita, baik kehidupan kita yang sekarang, maupun untuk kehidupan kita dikemudian
hari. Perbuatan yang sia-sia itu, malah akan merugikan kehidupan kita di dunia,
maupun di akhirat. Simaklah Firman Allah swt. berikut ini.
“Sungguh beruntunglah, orang-orang yang
beriman yaitu, orang-orang yang khusyuk dalam sholat dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari perkara yang sia-sia.” (QS. Al-Mukminun: 1-3)
Rasulullah saw. mengingatkan kita
dalam hadisnya.
“Jadilah engkau di dunia ini
bagaikan orang asing atau orang dalam perjalanan.” Ibnu Umar berkata, “Jika
engkau berada disore hari, maka janganlah mengharapkan akan hidup sampai pagi.
Dan jika kamu pada waktu pagi janganlah menantikan sore. Pergunakanlah masa
sehat itu untuk bekal masa sakit dan masa hidup untuk bekal kematian.” (HR.
Bukhori)
Ibnu al-Jauzy berkata, “Selayaknya
manusia mengetahui kemuliaan zamannya dan nilai waktunya, lalu ia tidak
menyia-nyiakan waktunya sekejap pun, selain pada amal yang mendekatkan diri
kepada Allah dan yang utama, baik perkataan maupun perbuatan.”
Lebih baik waktu senggang, kita
pergunakan dengan memperbanyak amal, seperti; melakukan Sholat Wajib, perbanyak
Sholat Sunnah, tilawah Alquran, puasa sunnah, berzikir, menuntut ilmu, ikut
mentoring atau pengajian, dan sebagainya. Dengan demikian, kita akan mendapat
pahala yang melimpah. Semua itu untuk persiapan hidup kita di akhirat. Sebagaimana
Allah berfirman dalam Alquran.
“Dan dirikanlah sholat dan
tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apasaja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu
kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat
apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 110)
“Sesungguhnya orang-orang yang
beriman, mengerjakan amal sholeh, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat,
mereka mendapat pahala disisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 277)
Rasulullah saw. mengingatkan dalam
sabdanya.
“Saya diperintah untuk memerangi
manusia, sehingga mereka bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah
utusan Allah, menegakkan Sholat, menunaikan zakat, maka apabila mereka telah
melakukan itu, darah dan harta mereka terlindungi dariku, kecuali dengan haknya
dan perhitungannya disisi Allah.” (HR. Muslim)
Sedangkan untuk kesejahteraan hidup
kita di dunia, kita dapat mengisi waktu luang kita dengan belajar, mengikuti
kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan kita, atau berusaha mencari uang,
agar kita dapat memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Teruslah berjuang dalam
mengarungi kehidupan ini dengan tidak menyia-nyiakan waktu kita. Simaklah
ayat Alquran ini.
“Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu
melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi, dan berbuat baiklah kepada orang
lain…” (QS. Al-Qashas: 77)
“…Kami telah menentukan antara
mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia…” (QS. Az-Zuhruf: 32)
‘Aidh Al-Qarni mengatakan, “Jika
anda hidup dalam hati yang berkobar, cinta yang membara, dan jiwa yang
bergelora, akan lebih baik dan lebih terhormat, daripada harus hidup dengan
perasaan dingin, semangat layu, dan jiwa lemah.”
