Good Idea: "Bangunlah Jiwa Wirausaha"
Bangunlah jiwa wirausaha dalam diri
kita, agar kita bisa menjadi pribadi yang mapan, beruntung, dan sejahtera dalam
kehidupan di dunia ini. Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“…Dia telah menciptakan kamu dari bumi
(tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya,
kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmatnya,
lagi memperkenankan doa hamba-Nya.” (QS. Hud: 61)
Maksudnya, diciptakan manusia sebagai penghuni dunia untuk
menguasai dunia dan memakmurkan dunia. Artinya untuk dapat hidup makmur di
dunia harus dengan berusaha.
Kemapanan dan kesejahteraan kita
dalam kehidupan dunia akan berimbas untuk kehidupan kita di akhirat. Karena
dengan memiliki harta, seorang muslim dapat berzakat, menginfakkan hartanya
untuk anak yatim dan fakir miskin, dapat berkontribusi untuk jalan Allah, dan
bisa membantu orangtua kita. Sebagaimana Allah swt. berfirman berikut ini.
“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang
mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan, hendaklah
diberikan kepada ibu bapaknya, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja
kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS.
Al-Baqarah: 215).
Apalagi kalo orangtua kita memang
benar-benar kurang mampu dalam segi ekonomi. Emang harus kudu dibantu, sobat!
Kasihan, apabila orangtua kita harus bekerja sendiri. Orangtua kita dalam
bekerja, mungkin ada yang berpanas matahari, kena hujan, dan berangin. Mana
sudah tua lagi, bahkan ada yang sudah batuk-batuk karena sakit (kasihan sekali ya).
Begitulah perjuangan orangtua kita untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Rasulullah
saw. bersabda dalam hadisnya.
“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap
kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang
suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan ia akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya atas mereka.” (HR. Muslim)
Tetapi tidak ada salahnya, kalau
kita sebagai anaknya yang masih muda, tenaga masih sangat kuat untuk turut
membantu kesusahan orangtua kita itu. Sudah saatnyalah, kita melakukan yang
terbaik untuk diri kita dan membantu beban orangtua kita! Peganglah teguh
Firman Allah berikut ini.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada Ibu Bapakmu…”
(QS. An-Nisa’: 36)
Allah menganjurkan kita untuk
berusaha dan bekerja. Sebagaimana Allah memerintahkan dalam Firman-Nya.
“Katakanlah, “Hai kaumku,
bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja pula, maka
kelak kamu akan mengetahui.” (QS. Az-Zumar: 39)
Dengan bekerja, berarti seorang
muslim mempunyai niat yang kuat untuk memiliki penghasilan yang optimal. Jadi,
kita sebagai hamba Allah sangat tidak pantas kalau bekerja asal-asalan, apalagi
terpuruk dalam kemalasan dan kebodohan. Sungguh Islam telah memberikan
penghargaan yaitu, apabila seseorang bekerja melakukannya dengan niat yang
baik, maka orang itu akan dimuliakan oleh Allah.
Diriwayatkan dalam hadis, ada
seseorang yang berjalan melalui tempat Rasulullah saw., orang itu sedang
bekerja dengan giat dan tangkas. Para sahabat lalu berkata, “Ya Rasulullah,
andaikata bekerja semacam orang itu dapat digolongkan fi sabilillah, alangkah
baiknya.” Rasulullah saw. bersabda, “Kalau dia bekerja itu hendak
menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah fi sabilillah. Kalau ia
bekerja untuk membela kedua orangtuanya yang sudah lanjut usianya, itu fi
sabilillah. Kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak
meminta-minta, itu fi sabilillah…” (HR. At-Thabrani)
Sebagai seorang pelajar selain kita
menimba ilmu, kita juga bisa kok sambil berwirausaha. Kita dapat berwirausaha
apa saja sesuai dengan kemampuan kita. Kita pergunakan apa saja yang ada
didekat kita atau disekitar kita untuk berwirausaha, seperti; kalo kita
memiliki motor daripada motor kita hanya untuk mejeng, mending dibuat ngojek.
Lumayan, bisa dapat uang kan? Kalo kita punya setrika dan mesin cuci di rumah,
kita bisa buka usaha laundry. Jika kita memiliki alat-alat masak, kita bisa
buka usaha catering atau yang berkaitan dengan bisnis makanan. Kalau kita punya
lahan kosong di rumah, kita bisa buka usaha tanaman hias atau tanaman
buah-buahan. Kemudian jika kita punya bakat menulis kita bisa menulis. Kalau
kita punya bakat berdagang, kita bisa berdagang baik secara offline maupun
online. Kalau kita senang dengan anak-anak dan berbakat untuk mengajar, kita
bisa mengajar TPA (Taman Pendidikan Alquran). Pokoknya, lakukanlah wirausaha
apasaja yang kita bisa dan senang melakukannya. Mulailah dengan niat dan tekad
yang kuat, mudah-mudahan kita akan menjadi wirausaha yang handal dan sukses dikemudian
hari (Aamiin).
Pernah para sahabat bertanya kepada
Rasulullah saw., “Pekerjaan apa yang paling baik ya Rasulullah?” Beliau
bersabda, “Seorang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli
yang bersih.” (HR. Al-Bazzar)
Jiwa wirausaha memang harus dibangun
dari dalam diri kita sendiri, kemudian dapat ditambah dengan ilmu pengetahuan
yang kita dapat dari `luar diri kita. Setelah itu, kita jangan lupa untuk terus
memotivasi diri dan mintalah dukungan dari keluarga kita tercinta itu sangat
penting. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
“Allah tidak menerima amal kerja seseorang,
tanpa pekerjaan itu dimotivasi oleh iman. Demikian pula Allah tidak menerima
iman seseorang yang tidak disertai dengan amal sholeh.” (HR. Ibnu Majah)
Kita dapat membangun jiwa wirausaha dengan pelan-pelan, tapi pasti.
Mulanya sih, seorang yang tidak memiliki jiwa berwirausaha merasa sedikit
kagok, tentu beda dong dengan orang yang sudah memiliki jiwa wirausaha yang
mantap dan sudah sukses. Tapi kita harus tetap semangat, sobat! Kita bisa
belajar dan mempelajari usaha yang akan kita jalankan, banyak membaca biografi
orang-orang yang sudah sukses, dan kemudian mengkaji sudut pandang dan cara
berpikir orang yang sudah memiliki jiwa wirausaha yang sukses tersebut. Kita
pasti bisa kok. Amatilah satu persatu point-point keberhasilan mereka.
Misalnya; biasanya orang yang memiliki
jiwa wirausaha yang telah sukses itu, mempunyai cara berfikir yang matang
tentang usahanya, mempunyai rencana-rencana yang cerah kedepan, kira-kira usaha
apa yang hendak dirancang dan dijalankan dikemudian hari, dan mereka mempunyai
rumusan atau formula yang jitu dalam berwirausaha agar usahanya berhasil. Waah…
hebat ya, mereka itu. Kalo kita yang belum memiliki jiwa wirausaha tentu belum
mempunyai pola pikir sedemikian rupa. Nah, tugas kita pelan-pelan harus mempelajarinya
dan berusahalah semaksimal mungkin! Sebagaimana Allah berfirman berikut ini.
“Sesungguhnya Aku limpahi harta kekayaan,
karena ilmu yang ada pada-Ku.” (QS. Al-Qashas: 78)
Tapi yang paling penting, jangan
pernah kita berpikir, bahwa nantinya berwirausaha itu rumit atau susah. Itu
pemikiran yang salah. Sebenarnya, bukan rumit atau susah yang jadi masalah,
tapi masalahnya adalah mau atau tidak mau. Kalau bicara kesusahan sih, itu
sudah sunnatullah dalam hidup. Kita hidup emang harus bersusah-susah dahulu,
baru bersenang-senang kemudian. Mana ada sih di dunia ini, keinginan kita yang mudah
digapai begitu saja, tanpa melalui usaha dan kerja keras. No way! Allah
swt. telah berfirman dalam Alquran.
“Barangsiapa yang mengerjakan pekerjaan
yang baik (amal sholeh), baik laki-laki maupun perempuan, maka sesungguhnya
akan kami berikan kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
‘Aidh Al-Qarni mengatakan, “Tak
usah bersedih, bila anda harus bersusah payah dan tak usah takut dengan beban
hidup, sebab mungkin saja beban hidup itu akan menjadi kekuatan bagimu, serta
akan menjadi sebuah kenikmatan pada suatu hari nanti.”
Kita harus yakin, bahwa setiap diri
kita pasti mempunyai bakat berwirausaha dalam bidangnya masing-masing. Jadi,
teruslah memacu semangat kita untuk maju, jangan mudah menyerah, dan patah
semangat. Sebagai generasi muda, kita jangan mau kalah dengan orang-orang yang
sudah tua. Kalau para orangtua saja mampu bekerja keras, harusnya kita tuh
sebagai pemuda yang bekerja lebih keras lagi! Rasulullah saw. bersabda dalam
hadisnya.
“Berkeinginan keraslah kepada apa-apa yang
mendatangkan manfaat kepadamu.” (HR. Muslim)
