Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SPIRIT DHUAFA... Terus Berusaha Agar Bisa Bayar Uang Sekolah


Kita harus berusaha lebih giat dan banyak bersabar dalam menghadapi segala musibah dan cobaan, agar kita mampu mengambil simpati dari Allah swt. dan terus mencoba untuk berusaha sampai kita berhasil. Jangan patah semangat, karena sesungguhnya Allah swt. akan melihat seberapa keras kita dalam berusaha dan bekerja keras. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Alquran.

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu dan akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghoib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada Kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105)

Rasulullah saw. bersabda, “Jika kamu berada disore hari jangan menunggu pagi hari dan jika kamu berada dipagi hari jangan tunggu sore hari. Gunakanlah kesehatanmu sebelum sakitmu dan kehidupanmu sebelum kematianmu.” (HR. Bukhori)

Ibnu Athaillah berkata, “Bagaimana kamu menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal kamu tidak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita memohon dan berharap kepada Allah, tetapi tidak menilai diri sendiri. Padahal jika kita memohon dan diikuti dengan mengubah diri, Allah pasti mengabulkan doa kita. Sesungguhnya, doa itu pengiring agar kita mau mengubah diri kita menjadi lebih baik, tentu ada yang salah dengan permohonan kita.”

Sesungguhnya Allah melihat dan menilai dari apa yang telah kita perjuangkan, bukan apa yang telah kita dapatkan. Perjuangkanlah apa yang sudah seharusnya kita perjuangkan. Jangan patah semangat, teruslah mencoba berbagai usaha apapun itu agar dapat membayar uang sekolah, selama usaha yang kita lakukan tidak keluar dari aturan agama dan tidak melanggar peraturan negara. Allah berfirman dalam Alquran.

Dan bagi orang yang bersungguh-sungguh didalam kebenaran yang Kami ajarkan, akan Kami tunjukkan berbagai peluang baginya.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezeki-Nya.” (QS. Hud: 6)

Dalam berusaha dan bekerja, usahakanlah agar kita tetap terus bisa bersikap istiqomah menjalankan perintah Allah, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita. Sebagaimana Allah telah mengingatkan kita dalam Firman-Nya.

Sesungguhnya, Kami telah menciptakan apa-apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, supaya Kami menguji mereka siapakah yang terbaik amalnya.” (QS. Al-Kahfi: 7)

Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
Katakanlah, aku beriman kepada Allah dan istiqomahlah.” (HR. Muslim)

 Dengan demikian hidup kita pun menjadi seimbang, antara berusaha dan bekerja keras, serta berdoa dan diiringi dengan bertawakkal kepada Allah swt. Kemudian kita memiliki sikap pantang menyerah dan terus berjuang dengan gigih dan istiqomah dijalan Allah, maka kita akan dapat meraih apa yang kita cita-citakan dan masa depan yang gemilang.

Simaklah Firman Allah dibawah ini.
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi…” (QS. Al-Qasas: 77)

Rasulullah saw mengingatkan kita dalam sabdanya.
Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati esok hari.” (HR. Muslim)

Thoriq bin Ziyad berkata, “Hanya ada satu pilihan, ke depan maju dan terus maju. Tidak ada kata mundur, kita harus menang!”

Dan bagi orang yang
 bersungguh-sungguh
 didalam kebenaran yang Kami
 ajarkan, akan Kami tunjukkan
berbagai peluang baginya.”
(QS. Al-Ankabut: 69)”

Semakin giat kita berusaha, maka semakin besar pula peluang kita untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi harus berusaha dengan ulet dan penuh semangat, jauhi sifat bermalas-malasan. Allah swt. telah menjelaskan dalam Firman-Nya.

 …Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia…” (QS. Az-Zuhruf: 32)

Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

Sebagaiman Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
Pada suatu saat, Sa’ad bin Mu’az al-Anshari berkisah bahwa, ketika Rasulullah saw. baru kembali dari perang tabuk, Beliau melihat tangan Sa’ad melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman karena diterpa sengatan matahari. “Kenapa tanganmu?” Rasulullah saw. bertanya. “Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku.” Rasulullah saw. mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, “Inilah tangan yang tidak pernah disentuh api neraka.” (HR. At-Thabrani)

Kita juga harus sering mengingat Allah swt., agar kita terhindar dari usaha atau bisnis yang haram dan licik. Karena bisnis haram dan licik lumayan banyak di zaman sekarang ini. Allah swt. telah berfirman dalam Alquran.

Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat yang baik didalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.” (QS. As-Shaf: 10-12)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar), kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu…” (QS. An-Nisa’: 29)

Jika kita kesulitan untuk berusaha sendiri atau kesulitan menemukan usaha, mintalah bantuan kepada keluarga, teman dekat atau sahabat kita, dan kerabat kita yang lain. Insya Allah, mereka pasti mau membantu kita. Dan yakinkanlah diri bahwa kita akan bisa membayar uang sekolah dan akan berhasil menanggulangi kebutuhan hidup kita. Aamiin.

Sayyid Quthub berkata, “Manakala nilai hidup ini untuk diri kita, maka akan tampak bagi kita, bahwa kehidupan kecil dan singkat. Yang dimulai sejak kita memahami arti hidup dan berakhir hingga batas umur kita. Tetapi apabila kita hidup juga untuk orang lain, maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita meninggal dunia.”

Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita, agar kita senantiasa berdoa.
Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang merupakan pemelihara segala urusanku. Perbaikilah untukku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini sebagai peningkatan bagiku dalam segala kebajikan dan jadikanlah kematian sebagai kebebasanku dari setiap kejelekkan.” (HR. Muslim)

Usaha lain yang bisa kita lakukan adalah dengan rajin belajar. Insyaa Allah dengan rajin belajar kita akan mendapat nilai yang bagus. Nah dengan nilai yang bagus itu, biasanya dapat menjadi pertimbangan pihak sekolah untuk mendapat keringanan tidak membayar uang sekolah. Karena kita termasuk salahsatu dari siswa yang unggul dan berprestasi dalam akademik.