Luar Biasa!... Ganjaran Yang Diberikan Allah Bagi Orang Yang Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu itu adalah ibadah. Tidak diragukan
lagi bahwa mencari ilmu merupakan tindakan yang mulia. Rasulullah saw. bersabda
dalam hadisnya.
“Barangsiapa yang keluar untuk menuntut satu bab dari ilmu pengetahuan, ia telah berjalan fi sabilillah sampai ia kembali ke rumahnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
“Menuntut ilmu termasuk jihad di jalan Allah. Apabila manusia ikhlas dalam mencari ilmu dan mengetahui, bahwasannya ia mendapat pahala atas usaha mencari ilmu itu, serta akan berada pada derajat syuhada, maka kemauan (semangatnya) semakin bertambah.” (Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin).
Allah swt. akan memberikan balasan yang sangat baik
untuk para penuntut ilmu, yaitu masuk ke dalam surga-Nya Allah swt. Simaklah
sabda Rasulullah saw. berikut ini.
“Barangsiapa menempuh sebuah jalan menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Begitu luar biasanya ganjaran yang diberikan
Allah swt. kepada para penuntut ilmu. Oleh karena itu, kita harus selalu
semangat untuk menuntut ilmu! Walaupun ternyata tidak mudah untuk mendapatkan atau
menuntut ilmu itu. Kalo kita tidak belajar dengan keras, kita tidak akan
mendapatkannya, benar nggak, sobat? Maka dari itu, berlomba-lombalah untuk
menuntut ilmu, bagaimanapun caranya! Kemudian, kita juga harus barengi semangat
menuntut ilmu dengan belajar yang tekun dan giat, sampai akhirnya kita dapat
meraih cita-cita.
Seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i berikut ini, “Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali enam hal, kecerdasan, gemar belajar, sungguh-sungguh, memiliki biaya, bergaul dengan guru, dan perlu waktu yang lama.”
Begitu pentingnya menuntut ilmu, sehingga yang
diwarisi para nabi untuk umatnya adalah ilmu. Rasulullah saw. bersabda dalam
hadisnya.
“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan uang Dinar ataupun Dirham, akan tetapi sesungguhnya mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang dapat mengambilnya, maka ia telah mengambil untung besar.” (HR. Abu Daud)
Ilmu itu sangat mahal harganya. Apabila kita sudah
menguasai suatu ilmu, maka jagalah ilmu itu dengan baik dan benar. Sampai-sampai,
Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
”Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China.” (HR. Bukhori)
”Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China.” (HR. Bukhori)
Yang
dimaksud dalam sabda Rasulullah saw. diatas adalah, bahwa hadis tersebut
memaparkan jarak antara Negeri Arab dan China itu sangat jauh, tetapi
Rasulullah saw. tetap menganjurkan kita untuk menuntut ilmu sampai kesana. Intinya,
Rasulullah saw. ingin menyampaikan, bahwa jarak yang jauh tidak menjadi masalah
bagi kita untuk menuntut ilmu, karena menuntut ilmu itu sangat penting dan
menjadi lahan ibadah buat kita. Jadi jangan bersedih, jika rumah kita jauh dari
sekolah. Ayo tetaplah semangat untuk pergi sekolah (menuntut ilmu)! Menuntut
ilmu untuk beribadah kepada Allah swt. dan untuk meraih ridho-Nya! Ingatlah
selalu Sabda Rasulullah saw. berikut ini.
“Barangsiapa belajar suatu ilmu demi mencari keridhoan Allah, namun dia tidak mempelajarinya, kecuali demi untuk mendapatkan kemuliaan di dunia, maka dia tidak akan mencium harumnya surga pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud)
Tujuan menuntut ilmu itu untuk mengangkat diri kita
dan orang lain dari kebodohan. Perhatikan Firman Allah swt. dibawah ini.
“Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu, sedangkan kamu tidak tahu apa-apa. Lalu kamu dijadikan bisa mendengar dan melihat, serta berpikir supaya kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Dalam suatu riwayat pernah diceritakan.
Pada suatu hari, ketika Rasulullah saw. hendak memasuki masjid, Beliau melihat
iblis sedang berada di pintu masjid. Iblis itu tampak gusar dan ragu antara
masuk masjid dan tidak. Kemudian Rasulullah saw. pun bertanya, “Wahai iblis,
apa yang sedang kamu lakukan disini?” tanya Rasulullah saw. “Aku hendak
masuk masjid dan merusak sholatnya orang itu, tetapi aku merasa takut terhadap
orang yang sedang tidur disitu.” kata iblis sambil menunjuk orang yang
sedang tertidur di masjid.
Rasulullah saw. bertanya lagi, “Wahai iblis,
mengapa engkau takut terhadap orang yang sedang tidur dan tidak takut kepada
orang yang sedang sholat dan bermunajat kepada Allah? Iblis tidak dapat
menyembunyikan rahasia dihadapan Rasulullah saw., ia pun dengan gamblang
menjelaskan alasannya. “Ya Rasulullah, orang yang sedang sholat itu adalah
orang yang bodoh, ia tidak tahu syarat hukum sholat, tuma’ninah, dan tidak bisa
sholat dengan khusyuk, sedangkan orang yang sedang tidur itu adalah orang yang
alim (berilmu), maka jika aku merusak sholatnya orang bodoh itu, aku khawatir
dia akan membangunkan orang yang sedang tidur itu dan akan melihat sholatnya
orang yang bodoh itu, kemudian mengajarinya dan membetulkan sholatnya orang
yang bodoh itu.” jelas iblis ketakutan.
Oleh karena itu, Rasulullah saw. bersabda, “Tidurnya
orang yang alim (berilmu) lebih baik, daripada sholatnya orang yang bodoh.”
Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas
adalah, bahwa kita dianjurkan supaya menuntut
ilmu. Karena dengan ilmu, kita akan melakukan ibadah dan aktifitas kita
sehari-hari dengan baik dan benar. Intinya adalah, bahwa seorang yang mempunyai
ilmu itu lebih baik, ketimbang seorang yang hanya rajin beribadah atau ahli
ibadah, tapi tanpa memiliki ilmu (bodoh). Allah swt. telah menjelaskan dalam
Alquran, seperti yang terdapat dalam firman Allah swt. berikut ini.
“Katakanlah, apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?.” (QS. Az-Zumar: 9)
Jadi
jelaslah, tidaklah sama orang yang memiliki ilmu dengan orang yang tidak
memiliki ilmu. Rasulullah saw. berkata dalam hadisnya.
“Abu Umamah ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Kelebihan seorang alim (berilmu) terhadap seorang peribadah, bagaikan kelebihanku terhadap orang yang terendah diantara kamu.” Kemudian Nabi bersabda pula, “Bahwa Allah, seluruh malaikat, penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang ada dalam liangnya, sampai ikan-ikan dilautan, semuanya itu memohonkan rahmat Allah kepada seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi)
Ilmu itu adalah cahaya yang akan Allah berikan
kepada manusia, sehingga dapat meninggikan derajat orang yang dikehendaki-Nya
diantara para hamba-Nya. Orang yang berilmu itu derajatnya lebih tinggi, daripada
orang yang tidak memiliki ilmu, baik di dunia maupun di akhirat Allah swt. berfirman
dalam Alquran.
“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mempunyai ilmu dengan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mempunyai ilmu dengan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
