Rahasia Awet Berteman = Pahamilah Dahulu Sifat-sifat Manusia
Memahami sifat-sifat manusia, secara Psikologi itu
bukan termasuk hal yang mudah loh. Kita butuh pemahaman yang jelas dari ahlinya
yaitu dari psikolog, didalam Alquran juga sebenarnya Allah sudah menjelaskan tentang dasar-dasar atau sifat bawaan manusia. Dalam tulisan ini akan dijelaskan. Ntar kalau sudah mendapat bimbingan dari ahlinya dan dijelaskan, kita
juga akan ngerti kok, hehe. Sifat manusia itu tidak terlepas dari aspek psikologi,
untuk mengetahuinya kita harus mengupas masalah ini lebih lanjut.
Secara ilmu psikologi, manusia satu dengan yang
lainnya sangatlah berbeda, dikarenakan memang setiap individu antara yang satu
dengan yang lainnya memiliki sifat dasar yang berbeda-beda, karena Allah memang
sudah menakdirkan segala bentuk penciptaannya itu berbeda. Allah swt. berfirman
dalam Alquran.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Emang sih, cara untuk memahami berbagai sifat dari
setiap manusia dikategorikan cukup sulit juga. Apalagi, jika kita baru masuk ke
suatu sekolah atau baru kenal dengan seseorang atau teman-teman kita di sekolah,
tentu kita tidak mungkin langsung dapat mengetahui sifat-sifat dari teman-teman
kita kan? Namanya juga masih baru kenal atau baru berusaha untuk mengenali
mereka. Walaupun demikian, jangan bersedih, tetaplah semangat! Berjuang terus
untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-teman kita di sekolah.
Mari kita coba untuk mempelajari sifat manusia agar
kita dapat mengetahui sifat kita dan juga sifat teman-teman kita (kok kayak
psikolog ya bicaranya. Nggak apa-apa kan, sobat! Jadi psikolog juga bagus kok,
hehe).
Pertama, menurut ilmu psikologi, sifat manusia terbagi dua, yakni; introvert dan ekstrovert (dikutip dari Yoga Prasetia). Adapun penjabaran sifat manusia tersebut, adalah sebagai berikut:
Pertama, menurut ilmu psikologi, sifat manusia terbagi dua, yakni; introvert dan ekstrovert (dikutip dari Yoga Prasetia). Adapun penjabaran sifat manusia tersebut, adalah sebagai berikut:
1.
Orang
introvert, mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri.
Ciri-cirinya:
a. Lebih banyak menghabiskan waktunya
sendirian.
b. Merasa bingung, apabila berada dalam
kumpulan banyak orang.
c. Biasanya lebih suka curhat dengan diary.
d. Cara pandangnya fokus.
2.
Sifat
extrovert, mendapatkan energi dari orang-orang disekelilingnya.
Ciri-cirinya:
a. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan
banyak orang.
b. Merasa jenuh dan tidak betah, jika tidak
ada teman.
c. Senangnya ngobrol alias ngerumpi.
d. Jangkauan pandangannya luas.
Sifat introvert dan sifat extrovert akan
dibutuhkan dalam bersosial. Untuk dapat bergaul dan mengenal banyak orang,
awalnya kita membutuhkan sifat extrovert, tetapi kemudian untuk mengenal
orang lain lebih dekat dan lebih akrab, kita membutuhkan sifat introvert. Jadi,
kita harus menumbuhkan kedua sifat ini dalam diri agar kita dapat bersosial
masyarakat dengan baik.
Pahamilah sifat dan karakter teman-teman kita secara
rinci dan mendalam, agar kita dapat bergaul dengan semua teman-teman kita.
Jangan ada kata pilih kasih atau memilih-milih teman, jika kita belum
mengetahui karakter dari masing-masing teman-teman kita. Jika kita sudah
mengetahui karakter teman kita, pilihlah teman yang baik untuk dijadikan teman.
Hindarilah teman yang memiliki perilaku yang buruk, karena nilai diri kita
ditentukan oleh siapa yang menjadi teman kita. Seperti yang dikatakan Rasulullah
saw.
“Orang itu mengikuti agama temannya, karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat.” (HR. Tirmidzi)
“Orang itu mengikuti agama temannya, karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat.” (HR. Tirmidzi)
Jika cara diatas tadi kurang efektif untuk kita
dapat bergaul dengan baik, gunakanlah cara yang lain, seperti mengadakan pendekatan
perlahan-lahan terlebih dahulu, tapi pasti. Coba ajaklah teman kita satu demi
satu untuk saling berkenalan, bertukar cerita, dan berbagi pengalaman dengan mereka.
Apapun cerita dan pengalamannya itu, lama kelamaan pasti mereka juga akan dekat
dengan kita. Jika teman-teman kita sudah dekat dengan diri kita, barulah kita
mulai dapat melihat, bagaimana sebenarnya karakter dari teman-teman kita itu,
dengan memperhatikan sifat-sifat dan wataknya satu persatu disaat kita bergaul
dengannya. Setelah itu, kita pun baru dapat memutuskan, bahwa teman yang
baiklah yang harus dijadikan sebagai teman. Seperti Sabda Rasulullah saw.
berikut ini.
“Perumpamaan orang yang berteman (duduk bersama) dengan orang yang baik dan jahat, adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang besi. Kamu tidak bisa lepas dari penjual minyak wangi, baik kamu membelinya ataupun mencium baunya. Sedangkan dengan tukang besi, maka api bisa membakar tubuh atau pakaianmu, atau kamu mendapati bau yang tidak enak darinya.” (HR. Bukhari)
“Perumpamaan orang yang berteman (duduk bersama) dengan orang yang baik dan jahat, adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang besi. Kamu tidak bisa lepas dari penjual minyak wangi, baik kamu membelinya ataupun mencium baunya. Sedangkan dengan tukang besi, maka api bisa membakar tubuh atau pakaianmu, atau kamu mendapati bau yang tidak enak darinya.” (HR. Bukhari)
Kedua, menurut Alquran sifat manusia ada beberapa yang harus diketahui, antara lain adalah:
1. Manusia memiliki sifat tergesa-gesa. Allah berfirman:
"Dan manusia seringkali berdoa untuk kejahatan sebagaimana biasanya dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa." (Al-Isra': 11)
2. Manusia suka berkeluh-kesah. Allah berfirman:
"Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah." (QS. Al-Ma'arij: 19-20)
3. Manusia itu tamak dan Bakhil. Allah berfirman dalam Alquran.
"Katakanlah Muhammad, "Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan karena takut membelanjakannya." Dan manusia itu memang sangat kikir." (QS. Al-Isra': 100)
4. Manusia memiliki sifat keras kepala. Allah berfirman:
"Mereka membantahmu Muhammad tentang kebenaran, setelah nyata bahwa mereka pasti menang, seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu). (QS. Al-Anfal: 6)
5. Kekufuran manusia akan nikmat Allah. Firman Allah dalam Alquran:
"Dan dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat zholim dan sangat mengingkari nikmat Allah." (QS. Ibrahim: 34)
6. Ilmu manusia sedikit
"Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Ali Imran: 66)
7. Manusia diciptakan bersifat lemah. Allah berfirman:
"Dan Allah memberikan keringanan kepadamu, karena manusia bersifat lemah." (QS. An-Nisa': 28)
Untuk menghadapi sifat-sifat manusia dan mencari solusi dari masalah yang kita hadapi dalam berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia adalah dengan mengikuti petunjuk Allah swt. Allah berfirman dalam Alquran:
"Dan ingatlah ketika Kami memberikan kepada Musa kitab dan Furqon agar kamu memperoleh petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 53)
Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan keji (maksiat). Patuhilah Firman Allah dalam ayat berikut ini.
"Katakanlah Muhammad, "Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zholim tanpa alasan yang benar, dan mengharamkan kamu untu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedang Dia tidak menurunkan alasan itu, dan mengharamkan kamu membicarakan tentang Allah tentang apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-A'Raf: 33)
Insya Allah dengan memahami manusia sesuai dengan petunjuk Allah dan tinjauan secara psikologi, maka kita akan dapat memiliki teman yang cocok dan bisa awet dalam berteman.
Wallahua'lambishowab.
