Mau Menjadi Murid Yang Baik?... "Jagalah Adab-Adab Terhadap Guru"
Setiap sisi dalam kehidupan ini, tentulah mempunyai
adab-adab dan etika tertentu, sesuai dengan peraturan yang berlaku pada setiap sisi kehidupan tersebut. Allah swt. saja juga memberi kita peraturan untuk
ditaati dimuka bumi ini. Firman Allah swt. dalam Alquran.
“…Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Maidah: 48)
Karena Allah telah memerintahkan kita untuk
mematuhi peraturan, maka janganlah sekali-kali, kita mencoba untuk melanggar
adab-adab atau peraturan yang sudah ada atau telah ditetapkan. Malah sebaliknya,
kita harus mentaati peraturan itu dan mendukung sepenuhnya peraturan tersebut
demi kebaikan.
Sebagai anak muda atau pelajar, kita harus memulai dan
mau mencoba untuk memahami etika atau adab-adab yang ada didalam kehidupan kita.
Kita perlu mencontoh akhlak Nabi Muhammad saw. dalam menerapkan etika atau
adab-adab dalam kehidupan kita sehari-hari. Allah swt. menggambarkan sosok
Rasulullah saw. dalam Firman-Nya.
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Rasulullah bersabda dalam hadisnya.
“Sesungguhnya, seseorang dengan kebaikan akhlaknya dapat menyusul beberapa derajat orang yang sholat malam hari dan berpuasa disiang harinya.” (HR. Hakim)
Tapi harus ingat sobat, jangan hanya mampu
memahaminya saja, setelah itu harus dilaksanakan. Jangan dijadikan angin lalu
saja. Eits! Kok jadi su’uzhon (berprasangka jelek) ya, tentu sobat-sobat nggak
begitu kan?
Adab terhadap guru, artinya kita harus selalu
menjaga setiap perilaku kita terhadap guru. Ada beberapa adab terhadap guru yang
perlu kita ketahui. Kita akan membahasnya satu persatu. Adapun adab terhadap
guru yang harus dijaga, adalah sebagai berikut;
1.
Adab
dalam berbicara, kita harus memilih kata-kata yang baik, apabila kita
berbicara atau berkomunikasi dengan guru-guru kita. Jangan asal jeplak saja
kalau berbicara tanpa dipikirkan dan disaring terlebih dahulu.
2.
Adab
dalam perilaku, kita harus menjaga sikap perilaku yang baik, apabila kita
berinteraksi dengan guru kita, serta ucapkanlah salam, apabila kita berpapasan
atau bertemu dengan mereka.
3.
Adab
dalam hati, kita harus selalu berprasangka baik
kepada para guru kita. Buanglah prasangka jelek terhadap mereka dan jangan
pernah ada kata umpatan-umpatan dan caci-maki dalam hati kita untuk guru kita.
Nauzhubillahi min zalik.
Ingatlah, bahwa adab itu sebenarnya mencerminkan
hati dan tingkah laku kita. Jadi dengan menjaga adab, sama halnya kita menjaga
hati dan tingkah laku kita. Jadi orang yang mempunyai adab itu indah! Nggak
percaya? Coba aja! Sebagaimana Allah memerintahkan agar kita memiliki akhlak
yang baik dalam Firman-Nya.
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Rasulullah
saw. juga memerintahkan kepada kita untuk memiliki akhlak mulia, seperti yang
terdapat dalam sabdanya.
“Aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak al-karimah.” (HR. Ahmad)
“Aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak al-karimah.” (HR. Ahmad)
Jika guru kita lagi menerangkan atau mengajarkan
materi pelajaran, maka kita sebagai pelajar sebaiknya mendengarkannya dengan
seksama, jangan malah mengobrol, bercanda, melecehkan, dan melakukan hal-hal
yang negatif lainnya atau bahkan tidur mendengkur. Ehemmm… siapa ya yang pernah
begitu? Hal itu merupakan perilaku yang tidak terpuji, jadi sebaiknya perilaku
tersebut jangan ditiru dan dibuang jauh-jauh dari diri kita! Ingatlah Firman
Allah swt. berikut ini.
“Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
“Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
“…Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl: 135)
Jika ada teman yang mengajak kita ngobrol atau bercanda
pada saat guru sedang menerangkan pelajaran, apa lagi mungkin pelajaran itu
menurut kita memang agak sulit ketimbang pelajaran lainnya, kita harus tetap
harus memperhatikan pelajaran yang lagi diterangkan oleh guru kita. Bilang aja tuh
sama teman kita yang mengajak kita mengobrol atau bercanda, supaya mengobrolnya
atau bercandanya ditunda terlebih dahulu, ntar pas jam istirahat aja. Setuju,
sobat? Yup, setujulah. Allah swt. telah mengingatkan dalam ayat ini.
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.” (QS. Al-Mukminun: 1-3)
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.” (QS. Al-Mukminun: 1-3)
Hasan al-Basri mengatakan, “Bahwa sesungguhnya lidah seorang mukmin itu berada dibelakang hatinya. Apabila ia hendak membicarakan sesuatu, maka ia merenunginya dengan hatinya, kemudian meneruskan bicaranya. Lidah seorang munafik itu berada didepan hatinya, maka apabila ia berkeinginan terhadap sesuatu, ia segera saja mengucapkan dengan lidahnya, tanpa direnungkan terlebih dahulu dengan hatinya. Orang yang tidak menjaga lidahnya, berarti ia tidak menjaga agamanya.”
Pesan yang terpenting selanjutnya buat sobat-sobatku
tercinta, buatlah guru kita merasa tenang dan tetap bisa konsentrasi mengajar dengan
keberadaan kita di kelas. Janganlah kita menciptakan suasana yang tidak enak di
kelas dengan sikap kita yang jahil alias jadi biang kerok kerusuhan. Allah swt.
juga melarang kita berperilaku demikian.
“Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka untuk menghubungkannya, dan membuat kerusakan dimuka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Baqarah: 27)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar…” (QS. An-Nur: 21)
Selain hal tersebut membuat perilaku kita buruk,
juga dapat mempengaruhi penilaian guru terhadap diri kita loh, sobat! Oleh
karena itu, jangan dilupakan pesan ini dan harus tetap berhati-hati dalam
bersikap! Itulah sifat orang bertakwa!
“Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati, karena takut akan azab Tuhan mereka.” (QS. Al-Mukminun: 57)
Luqman Haqani berkata, “Bagi mereka yang terbebas dari jerat setan, sudah tentu memilih hidup di jalan Allah, maka target yang dikejar pun akan lurus menuju ketakwaan kepada-Nya. Sehingga semakin ingin menjadi orang yang bertakwa dan berusaha mencapainya, berarti semakin jauh dari jalan-jalan setan.”
Jagalah selalu adab terhadap para guru kita.
Usahakan agar ucapan kita jangan sampai menyakiti hati dan melukai perasaannya,
karena itu termasuk dosa lho. Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“Allah tidak menyukai ucapan yang buruk, yang diucapkan dengan terus terang, kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Kuasa.” (QS. An-Nisa’: 148)
“Allah tidak menyukai ucapan yang buruk, yang diucapkan dengan terus terang, kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Kuasa.” (QS. An-Nisa’: 148)
Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya.
“Tidaklah manusia itu wajahnya dipanaskan dengan api neraka, melainkan karena akibat dari lidahnya.” (HR. Tirmidzi)
Apabila hal itu kita lakukan, kita akan sulit
mendapatkan atau menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru kita dan yang sangat
ditakutkan, hidup kita dikemudian hari menjadi tidak berkah. Jangan sampe kita
kualat, karena telah menzholimi guru kita dah! Nauzhubillahi min zalik!
Takutlah akan azab Allah swt. yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang
zholim.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezholiman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa mereka dan tidak pula akan menunjukan jalan kepada mereka.” (QS. An-Nisa’: 168)
“Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang zholim kepada manusia dan melampaui batas di bumi, tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Asy-Syura: 42)
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Uts’aimin, bahwa
adab murid terhadap guru adalah sebagai berikut:
1. Apabila Guru memerintahkan untuk
bertanya, maka murid hendaknya bertanya.
2. Bertanyalah untuk kebutuhan diri kita,
bukan bertanya karena ingin mendikte guru.
3. Apabila bertanya untuk kebutuhan orang
lain atau bertanya agar orang lain mengetahui, maka hal ini baik. Apabila
bertanya agar orang lain menyanjungnya sebagai orang yang semangat menuntut
ilmu, maka hal ini adalah suatu kesalahan dan sia-sia.
4. Tidak mau bertanya karena alasan malu,
itu adalah kebinasaan.
5. Hendaklah seorang pelajar memiliki
pendengaran dan pemahaman yang baik, agar tidak salah pemahaman dalam menangkap
pelajaran.
Semoga adab murid terhadap guru ini dapat kita
terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga dalam menuntut ilmu kita akan
mendapat rahmat dan keberkahan dari Allah swt. Mudah-mudahan kita akan mendapat
ilmu yang bermanfaat. Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“…Dan katakanlah, “Wahai Rabbku, tambahkanlah padaku ilmu…” (QS. Thoha: 114)
Abdurrachman Affandi berkata, “Anakku! Kamu mencintai kedua orangtuamu, karena mereka menjaga kesehatanmu dan selalu melayani kebutuhanmu. Demikian pula terhadap Ibu Bapak gurumu, kamu harus mencintai dan menghormati mereka, karena merekalah yang mengajar dan mendidikmu, mencerdaskan akalmu, serta membimbingmu, hingga kamu menjadi orang yang berguna dan berakhlak mulia.”
Bacalah selalu doa yang diajarkan Rasulullah saw.
dibawah ini.
“Ya Allah, berilah manfaat ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah aku sesuatu yang bermanfaat bagiku dan tambahilah aku ilmu.” Aamiin.
Ibn Hazm berkata, “Salah satu faedah dari ilmu adalah menghindarkan bisikan setan didalam jiwa, menghilangkan keresahan, kesuntukan, dan kesedihan.”
“Ya Allah, berilah manfaat ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah aku sesuatu yang bermanfaat bagiku dan tambahilah aku ilmu.” Aamiin.
Ibn Hazm berkata, “Salah satu faedah dari ilmu adalah menghindarkan bisikan setan didalam jiwa, menghilangkan keresahan, kesuntukan, dan kesedihan.”
