Masih Ada Ya?... Sekolah Yang Muridnya Sedikit
Sekolah yang mempunyai murid sedikit
biasanya hanya minoritas alias hanya sedikit sekolah yang seperti itu. Kayaknya,
lebih banyak sekolah yang mempunyai murid yang banyak deh. Sekolah yang
mempunyai murid sedikit itu sebenarnya kenapa ya? Jawabannya, pasti beragam.
Mungkin karena sekolah itu masih baru kali atau karena calon siswa dan siswi
yang masih milih-milih sekolah, sehingga nggak mau sekolah di sekolah tersebut?
Timbul pertanyaan baru lagi, kenapa
calon siswa dan siswi pada nggak tertarik untuk sekolah di sekolah tersebut? Pasti
ada alasannya. Sebenarnya sih, jika pihak sekolah menginginkan calon siswa dan
siswi mau masuk dan mendaftar ke sekolah tersebut atau ke sekolah yang mereka
dirikan (bagi sekolah swasta), pihak sekolah tentu harus mencari cara
(strategi) atau mempunyai daya tarik khusus untuk dapat menjaring calon siswa
dan siswi tersebut.
“Segala bentuk usaha perbaikan atau
peningkatan haruslah dijalankan secara terus menerus, tanpa lelah disertai
semangat dan harus dijalankan secara konsisten untuk mencapai keberhasilan yang
kita inginkan.” (Jimmy Gani).
Misalnya; pihak sekolah mempunyai
daya tarik dari segi pakaian seragam sekolahnya mungkin yang harus mempunyai
model dan bermotif unik, sehingga dapat menarik para calon siswa dan siswinya
atau memiliki sarana dan prasarana sekolah yang baik dan lengkap atau kegiatan
ekstrakulikuler harus ada dan beragam serta unik sehingga dapat menarik minat
siswa dan siswi yang baru, atau menonjolkan dari segi tenaga pengajarnya atau gurunya
berkualitas. Pokoknya harus berusaha deh, bagaimana caranya untuk mencari berbagai
macam keunggulan yang dapat ditonjolkan.
“Pemenang sejati mencapai
perubahan dengan selangkah demi selangkah. Seorang pemenang selalu memiliki
tujuan akhir untuk mencapai yang terbaik. Dengan penetapan tujuan jangka
pendek, maka setiap langkah atau keberhasilannya mengantarkannya pada langkah
keberhasilan jangka panjang berikutnya.” (Aris Ahmad Jaya).
Sebenarnya ada juga sih kelebihannya,
apabila sekolah itu memiliki murid yang sedikit, antara lain adalah kemungkinan
belajarnya lebih efisien dan lebih kondusif, kalo muridnya sedikit. Karena muridnya
lebih bisa diatur, daripada murid banyak, tentu lebih sulit untuk mengaturnya,
sehingga terkadang jadi tidak efektif dan efisien dalam kegiatan belajar
mengajarnya.
Selain itu juga, dengan jumlah murid
yang sedikit lebih mudah untuk mengenali siswa dan siswinya, sehingga para guru
jadi kenal betul tuh dengan siswa dan siswinya. Kemudian, perilaku dan kegiatan
siswa dan siswinya juga mudah dipantau. Secara logika emang bener juga sih,
tapi… ada tapinya nih, sobat. Nggak rame dan kurang seru! (emangnya naik banana
boat apa, pake seru, seru segala, haha).
Oke deh. Sekarang, coba kita pahami
lagi, bahwa kita itu sekolah semata-mata hanya untuk menuntut ilmu, bukan untuk
main-main, apalagi untuk seru-seruan. Inget, inget, think, think! (Alias mikir
gitu). Jadi, kalo kita sekolah untuk menuntut ilmu, jangan hanya buat bergaya doang
atau hanya ingin mencari teman saja, sehingga belajarnya malah jadi nomor akhir.
Wah, itu sih suatu kesalahan besar, sobat! Urutan yang benar itu adalah, yang pertama
dan paling utama adalah belajar nomor satu. Kita harus fokus buat menuntut ilmu,
baru deh yang lainnya. Mau cari teman yang banyak, silahkan. Mau bergaya
parlente juga silahkan, asal jangan terlalu berlebihan lho (ntar norak lagi,
kayak badut, hehe). Allah telah memberi peringatan dalam Alquran, bahwa tidak
sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak mempunyai ilmu. Oleh karena itu
kita harus menomorsatukan menuntut ilmu. Simaklah Firman Allah berikut ini.
“(Apakah kamu hai orang-orang musyrik yang
lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan
bersujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan
rahmat Tuhan-Nya? Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan
orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang-orang berakallah yang
dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)
“Dan, Dia telah mengajarkan kepadamu
apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah itu sangat besar.” (QS.
An-Nisa’: 113)
Walaupun terjadi adanya keterbatasan
kuota siswa dan siswinya alias siswa dan siswinya sedikit di sekolah kita,
jangan menyurutkan langkah kita dong untuk pergi ke sekolah. Justru harus
membuat kita lebih bersemangat lagi tuh untuk sekolah, karena dengan siswa dan
siswinya yang sedikit persaingan menjadi sangat ketat. Kok gitu? Ya iyalah.
(catet tuh, bro!).
Sebenarnya begini sobat, walaupun siswa
dan siswinya sedikit, tetapi mereka bukanlah orang-orang yang remeh dan tidak
bisa diremehkan. Ternyata, teman-teman kita yang sedikit itu terdiri dari orang-orang
yang mempunyai kualitas dan kepintaran khusus dibidangnya masing-masing. Jadi
dengan siswa dan siswi yang sedikit terjadi persaingan yang ketat untuk menjadi
yang terbaik. Kita harus lebih berpacu lagi untuk rajin belajar, karena para
pesaing kita telah siap siaga tuh berhadapan dengan kita. Ayo semangat, bro! Allah
mengingatkan kita dalam Firman-Nya.
“Barangsiapa yang
bersungguh-sungguh berjihad di jalan Allah, sungguh benar-benar akan Kami
tunjukkan jalan-jalan Kami dan Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Ankabut: 69)
“Sesungguhnya, rahmat Allah
sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)
