Kok Bisa?... Sekolah Tidak Memiliki Tempat Parkir
Setiap lembaga sekolah tentu
mempunyai lapangan parkir pastinya. Nggak mungkin, kalo nggak punya dong. Bisa-bisa
macet tuh jalanan, kalo sekolah nggak ada tempat parkirannya, karena seluruh siswa
dan siswinya parkir di jalanan (hehe). Pihak sekolah harus menyediakan area
parkir dong, untuk para guru yang menggunakan kendaraan beroda empat atau beroda
dua yang dibawa ke area sekolahan dan juga untuk para siswanya yang ke sekolah
mengendarai sepeda motor.
Lahan parkir biasanya dikelola oleh
pihak sekolah secara teratur dan biasanya menugaskan beberapa tukang parkir
atau satpam sekolah untuk menjaga kenderaan-kenderaan tersebut. Jadi, jangan
takut deh kehilangan kendaraan bawaan anda. Asal, waktu naruknya, jangan lupa
dikunci. Seperti dikunci stangnya dulu, biar nggak dibobol maling. Bagi yang
membawa gembok, boleh juga digembok rodanya, biar lebih aman tuh motor. Rasulullah
saw. bersabda dalam hadisnya.
Rasulullah saw. bersabda kepada
seorang Arab Badui yang menaruh kenderaan (unta)nya begitu saja, tanpa diikat
sambil berkata, “Ku pasrahkan pada Allah.” Maka Rasulullah saw.
bersabda, “Ikatlah untamu itu, baru kamu bertawakal kepada Allah.” (HR.
Bukhori)
Artinya, Rasulullah saw. memerintahkan kepada kita untuk melakukan
usaha (berikhtiar) dulu, setelah itu baru menyerahkannya (bertawakal) kepada
Allah. Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“Jika Allah menolong kamu, maka tak ada
orang yang dapat mengalahkan kamu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi
pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah
sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin
bertawakal.” (QS. Ali Imran: 160)
Abdullah bin Mas’ud menceritakan,
bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Diperlihatkan kepadaku berbagai umat
yang berkumpul. Kemudian aku melihat umatku memenuhi lembah dan gunung. Jumlah
mereka banyak dan kehebatannya mengagumkan aku. Setelah itu aku ditanya,
“Apakah engkau rela?” Aku menjawab, “Ya.” Bersama mereka terdapat tujuhpuluh
ribu orang yang masuk surga, tanpa dihisab. Mereka tidak menipu, mereka tidak
menghambur-hamburkan harta, dan mereka tidak mencuri. Kepada Tuhannya mereka bertawakal
(menyerahkan diri).” (HR. Ahmad)
Ibnu Qoyyim berkata, “Tawakal itu
letaknya dalam hati. Perbuatan secara lahiriyah (gerakan anggota badan), tidak
akan meniadakan hamba yang menyatakan, bahwa ketentuan hidup semata-mata dari
Allah swt.”
Maksudnya, hati tetap berserah diri kepada Allah, lahiriyahnya
(badannya) tetap melakukan ikhtiar (usaha).
Bagi sekolahan yang mempunyai lahan
parkir selain diwilayah sekolahan, misalnya, siswa dan siswinya parkir
kenderaan di rumah penduduk, mungkin harus lebih hati-hati lagi, sobat. Karena
kenderaan kita kan berada jauh dari sekolahan, jadi kita harus lebih ekstra
pengamanannya. Kenapa nggak diparkir di sekolah aja sih? Barangkali, area
parkir di sekolah sudah tidak memadai lagi untuk tempat parkir, dikarenakan
lahan sekolahnya terbatas dan sempit. Jadi terpaksa deh siswa dan siswinya
harus cari parkiran diluar sekolah.
Kalo para guru dan siswa dan
siswinya hanya membawa kendaraan roda dua, seperti motor dan vespa, mungkin tempat
parkiran masih bisa muat banyak. Tetapi, bagaimana kalo para guru dan siswa dan
siswinya membawa kendaaan roda empat, seperti mobil, pasti membutuhkan tempat
parkir yang lumayan luas juga kan? Idealnya, tempat parkir untuk
kenderaan-kenderaan tersebut seharusnya sudah disediakan oleh pihak sekolah.
Jadi, para guru dan siswa dan siswinya nggak perlu repot-repot lagi mencari
tempat parkir diluar sekolah. Tapi, jika lahan sekolah kita sempit, gimana
dong? Semangat, sobat! Ingatlah Firman Allah berikut ini.
“Dan, janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah,
kecuali orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)
Rasulullah saw. bersabda dalam
hadisnya.
“Mintalah pertolongan kepada
Allah dan janganlah menyerah.” (HR. Muslim)
Next, sepertinya jangan kita ambil
pusing hanya karena tempat parkir kendaraan deh. Ntar energi positif kita habis
lagi, hanya karena pusing mikirin hal yang kecil. Betul nggak, sobat? Jangan
bersedih dan jangan takut, semangat sobat!. Kita jalanin aja, bagaimana situasi
dan kondisinya. Enjoy aja lagi dan terus semangat untuk pergi ke sekolah. Tetaplah
melakukan aktivitas sebagaimana mestinya aja. Yup!
“Janganlah kamu bersedih, karena
sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. At-Taubah: 40)
Seorang penyair berkata, “Jika
persoalan sangat sulit, tunggulah jalan keluarnya. Sebab ia akan segera
menemukan jalan keluarnya.”
