Bagaimana Caranya Menumbuhkan Semangat Pergi Ke Sekolah?
Pelajar harus menumbuhkan sifat-sifat yang baik dalam
dirinya, terutama sifat-sifat yang menuju kearah yang positif dan membangun
karakter diri sendiri, seperti menumbuhkan semangat belajar dalam diri. Seorang pelajar harus menumbuhkan terus semangat untuk pergi ke sekolah, karena sekolah tempat
kita menuntut ilmu dan dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk kehidupan
masa depan kita. Rasulullah saw. memberitahukan dalam sabdanya.
“Perumpamaan apa yang telah diutuskan Allah kepadaku berupa hidayah (petunjuk) dan ilmu adalah; pertama, seperti hujan deras yang mengenai permukaan tanah, maka ada sebidang (tanah) yang baik (subur) mendapatkan air, lalu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan yang banyak…” (HR. Bukhori)
“Perumpamaan apa yang telah diutuskan Allah kepadaku berupa hidayah (petunjuk) dan ilmu adalah; pertama, seperti hujan deras yang mengenai permukaan tanah, maka ada sebidang (tanah) yang baik (subur) mendapatkan air, lalu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan yang banyak…” (HR. Bukhori)
Maksudnya
perumpamaan itu adalah, seperti orang yang memahami ajaran Allah (menuntut
ilmu) dan kemudian dapat memberi manfaat bagi kehidupan dirinya dan orang lain.
Jadi sejak dini, kita harus membiasakan dan menanamkan
semangat dalam diri untuk rajin belajar dan pergi ke sekolah, dan lebih mantap
lagi apabila kita terus mempelajari dengan sungguh-sungguh setiap pelajaran
yang diberikan oleh guru-guru kita. Jika pada suatu saat kita merasa futur (lemah
semangat) atau malas, serta down, kita harus menumbuhkan dan membangkitkan
kembali semangat kita. Kita harus bangkit, sobat! Bangkitlah dengan cara apapun
juga (tentunya dengan cara yang baik dan positif). Banyaklah melakukan hal-hal
yang positif dan meminimalisir untuk berbuat hal-hal yang negatif, agar kita
tidak terpengaruh dan menjadi malas untuk belajar dan pergi ke sekolah. Allah
swt. berfirman dalam Alquran.
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 35)
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 35)
Berangkat ke sekolah dan belajar bersama teman-teman
itu indah, sobat! Bersama teman-teman, kita mampu menumbuhkan semangat belajar atau
menambah semangat kita untuk menjalani hidup sehari-hari di sekolah atau di asrama
(kalo kita sekolah di pondok pesantren). Enjoy sajalah dalam berteman, sobat! Awalnya sih, kita jangan
terlalu memilih-milih teman. Kita harus berteman dengan semua teman kita, agar
kita dapat mengetahui sifat-sifatnya, terkecuali kalo ada teman yang merugikan
kita (mempengaruhi kita kepada hal-hal yang buruk), itu teman rada-rada diragukan
banget. Lebih baik jaga jarak sajalah, jika berteman dengannya. Sebagaimana Rasulullah saw. mengingatkan
dalam masalah ini.
“Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk ialah, seperti pembawa kesturi dan peniup api. Pembawa kesturi dapat mengolesi bajumu atau kamu membeli kesturi darinya atau kamu memperoleh keharuman dari dia. Sedangkan peniup api dapat membuat bajumu terbakar atau kamu mendapat bau busuk.” (HR. Muslim)
“Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk ialah, seperti pembawa kesturi dan peniup api. Pembawa kesturi dapat mengolesi bajumu atau kamu membeli kesturi darinya atau kamu memperoleh keharuman dari dia. Sedangkan peniup api dapat membuat bajumu terbakar atau kamu mendapat bau busuk.” (HR. Muslim)
Sebagai seorang pelajar, terkadang semangat kita
masih labil. Semangat kita emang bisa muncul kapan saja, kadang kita semangat diawal-awal
masuk sekolah, kadang dipertengahan atau bahkan kadang diakhir-akhir sekolah
kita. Tetapi sebenarnya sih, semangat yang paling baik atau semangat yang
paling membara adalah disaat awal masuk sekolah, karena secara respek atau
spontan tubuh kita pada saat itu mengeluarkan atau mengalirkan hawa positif dan
mengaktifkan alam bawah sadar kita secara otomatis, sehingga kita mendapatkan
energi positif atau bahkan kita benar-benar mendapat energi tambahan untuk
selalu semangat (wuiiih… penuh penghayatan banget yak bicaranya, hehe). Iya,
itulah namanya pemberian dan pertolongan Allah kepada kita. Sebagaimana Allah
swt. telah berfirman berikut ini.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan
kami adalah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat
akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah
kepadamu.” (QS. Fushilat: 30)
Walaupun nantinya dipertengahan sekolah semangat
kita mulai mengendur, cobalah untuk mengoreksi dan menggali kembali kenapa bisa
terjadi seperti itu! Jangan malah kita jadi malas pergi ke sekolah atau malah
bolos dan akhirnya terus-terusan nggak masuk sekolah. Kalo kita mengalami hal
seperti itu sadarlah, cepatlah ingat-ingat kembali niat awal kita dalam
menuntut ilmu, bahwa kita menuntut ilmu karena untuk beribadah kepada Allah swt.
dan mengharapkan ridho-Nya. Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
“Barangsiapa
yang mempelajari suatu ilmu demi mencari keridhoan Allah swt., namun dia tidak
mempelajarinya, kecuali untuk mendapatkan kemuliaan di dunia, maka ia tidak
akan mencium wanginya surga.” (HR. Ahmad)
Jika kita
mengalami pikiran yang buntu dan nggak tau mau ngapain, temuilah orang-orang
yang bisa kita percaya untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan kita dan
curhatlah kepada mereka, agar permasalahan kita terselesaikan dengan baik dan
kita dapat menemukan solusinya. Siapakah orang yang dapat kita percaya? Antara
lain adalah orang tua kita, keluarga, teman yang sholeh atau sholehah (ingat
sobat, hanya teman yang sholeh atau sholehah yang bisa dipercaya! Diluar
daripada itu diragukan dan takut malah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang
tidak baik), Ibu Bapak Guru kita, Ulama atau tokoh masyarakat yang dapat mendidik
kita kearah yang baik, dan orang-orang yang baik dan dapat dipercaya. Simaklah
Firman Allah swt. berikut ini.
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pelajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pelajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58)
Ingat sobat! Jangan menemui orang yang salah,
nantinya bukan menyelesaikan masalah, malah keadaan kita akan bertambah runyam
dan hancur! Bisa saja kita jadi bertambah malas untuk pergi ke sekolah atau
malah kita jadi anti sekolah. Nauzhubillahi min zhalik! Akhirnya, ujung-ujungnya
kita akan keluar dari sekolah dan menjadi anak yang tidak sekolah, otomatis akhirnya
kita akan menjadi anak yang tidak memiliki pendidikan. Pada akhirnya kita
menyesal! (menyesal kemudian tidak berguna! Ibaratnya nasi sudah menjadi bubur
tidak dapat kembali seperti semula). Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap
pengaruh buruk yang datang dari luar diri kita! Hal itu dapat menjerumuskan
kita kepada hal-hal yang tidak baik, bahkan dapat menyeret kita kepada
kemaksiatan, kejahatan, dan tindakan kriminal! Pakailah mata hati dan nurani kita
supaya dapat memberikan petunjuk kepada kita, agar kita dapat membedakan mana
perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk. Sebagaimana Allah berfirman
dalam Alquran.
“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa
kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqon (petunjuk yang dapat
membedakan antara yang baik dan yang batil) dan menghapus segala
kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia
yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29)
Sebenarnya mau jadi apa diri kita tergantung kepada
diri kita sendiri. Kalo kita nggak sekolah yang rugi adalah diri kita sendiri.
Kita tidak akan memiliki ilmu untuk modal kehidupan dimasa depan. Kita tidak
bisa menggapai cita-cita kita dan yang paling menyedihkan masa muda kita yang
indah di bangku sekolah tidak dapat kita nikmati. Padahal masa muda itu adalah
masa-masa yang paling indah dan merupakan masa-masa emas bagi seorang pelajar
atau remaja. Ingatlah sobat, bahwa masa-masa sekolah dan menjadi seorang
pelajar itu hanya dapat kita rasakan sekali seumur hidup! Wow… I like
something!
Renungkanlah perkataan Ibnu Mas’ud ra. berikut ini, “Siapa
yang menanam kebaikan, maka begitu cepat dia akan menuai hasilnya dengan senang
hati dan siapa yang menanam keburukan, maka begitu cepat dia akan menuai
penyesalan. Siapa yang menanam akan mendapatkan hasil seperti yang ditanamnya.”
Hidup kita akan terus berlanjut, sobat. Jika
masa-masa emas kita sudah hilang (masa sekolah), bagaimana kita dapat menata
dengan baik masa depan kita, karena kita tidak memiliki ilmu. Janganlah kita
sampe berpikiran sempit, dangkal, dan hanya sesaat! Kita harus berpikiran
panjang! Masa depan kita masih jauh dan masih panjang ke depan! Hal itu sudah
harus kita pikirkan dan persiapkan mulai sekarang. Mulai sekarang, kita harus
mulai menata hidup kita agar kita mendapatkan masa depan yang baik. Maka dari
itu, jangan sia-siakan masa sekolah! Masa sekolah adalah awal kita menata masa
depan kita! Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
“Ada dua nikmat dimana banyak orang yang tertipu dengan keduanya; nikmat sehat dan kesempatan.” (HR. Bukhori)
Al-Mutanabi mengatakan, “Tidaklah kudapatkan cela
yang paling besar pada diri seseorang, kecuali kemampuannya untuk sempurna,
tetapi ia tidak berjuang untuk meraihnya.”
