Iiiih serem!... Ada Apa Dengan Sifat Mudah Tersinggung Dan Pendendam?
Seorang muslim dianjurkan untuk menjauhi sifat-sifat yang buruk apapun itu bentuknya, yaitu sifat mudah tersinggung dan memiliki sifat dendam. Sifat tersebut adalah sifat-sifat yang tidak terpuji dan sangat tercela. Sifat yang buruk itu adalah perangai setan. Kita tahu, bahwa syetan itu tempatnya di neraka jahanam, maka janganlah sekali-kali setan dijadikan teman dan mengikuti perangainya yang buruk. Kita tentu nggak mau kan masuk neraka? Yuk, kita sama-sama berdoa, “Ya Allah, lindungilah aku dari godaan syetan yang terkutuk dan hindarkanlah aku dari siksaan api neraka.” Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“Telah ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke siksa neraka.” (QS. Al-Hajj: 4)
Kenapa kita harus menjauhi kedua sifat diatas? Yaitu
sifat mudah tersinggung dan sifat dendam? Ada apa gerangan? Begini, mari kita
bahas satu persatu. Kalau sifat mudah tersinggung itu adalah sifat hati yang
terlalu sensitif. Kita menjadi sensitif terhadap perilaku atau sikap orang lain
terhadap kita. Tentu hal ini membuat diri kita tidak nyaman dan kita tidak
rasional lagi untuk melihat segala persoalan. Hal ini lama kelamaan akan
membawa pengaruh buruk terhadap diri kita, misalnya; kita akan menjadi mudah
marah kepada orang lain karena sesuatu hal atau jika ada masalah sedikit.
Dampaknya perbuatan kita ini dapat merusak hubungan kita dengan siapa saja,
baik keluarga, saudara, maupun teman kita sendiri. Oleh karena itu, dinginkan
hati dengan selalu mengingat Firman Allah swt. berikut ini.
“(Mereka adalah) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali-Imran: 135)
Janganlah hanya karena teman mengejek atau
memperlakukan kita dengan tidak sopan, kita langsung naik darah. Karena kita
tersinggung, langsung deh kita marah. Padahal teman kita melakukan hal tersebut,
mungkin hanya bermaksud untuk bercanda terhadap kita, tetapi kita menanggapinya
pake emosi. Walaupun terkadang, teman kita emang kelewatan sih bercandanya. Ya,
mau apalagi, itulah potret teman-teman kita. Hanya ada satu kata “maklumi
sajalah” dan bersabarlah menghadapi sifat teman-teman kita yang berbagai macam
perilakunya. Rasulullah saw. memotivasi kita untuk selalu sabar dalam bergaul
dengan orang lain, seperti dalam sabdanya.
“Seorang mukmin yang bergaul dengan banyak orang, lalu ia sabar dengan tindakan mereka yang menyakitkan, maka itu lebih baik daripada orang yang tidak pernah bergaul dengan orang banyak dan ia tidak bisa sabar dengan tindakan mereka yang menyakitkan.” (HR. Ahmad)
Jika teman kita kelewatan batas perlakuannya, kita
cukup menegurnya. Usahakan teguran kita tidak menyinggungnya, agar tidak terjadi
permasalahan serius yang dapat memancing keributan. Allah swt. memerintahkan
dalam Firman-Nya.
“…saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 3)
“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushilat: 34)
Hati-hati dengan sifat mudah tersinggung ini, karena
bisa membuat kita menjadi berperilaku berprasangka buruk juga kepada orang
lain. Hal ini tentu akan menjadi dosa buat diri kita, bukan? Kita tidak boleh
mengikuti hawa nafsu, gara-gara satu sifat buruk, bisa mendatangkan sifat buruk
yang lainnya. Oleh karena itu, janganlah kita memiliki sifat mudah tersinggung,
karena sifat itu akan merugikan diri kita sendiri. Misalnya pelajar melakukan
tawuran karena tersinggung mendengar ledekkan dari siswa sekolah lain. Hal itu
sebenarnya tidak akan terjadi, apabila ledekkan itu ditanggapi dengan hati yang
tenang dan jiwa yang besar. Balas saja ledekkan dengan senyuman dan
persahabatan. Oke sobat! Ingatlah Firman Allah swt.
“…Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ingin menyimpang dari kebenaran…” (QS. An-Nisa’: 135)
“Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhan-Nya sama dengan setan yang menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya.” (QS. Muhammad: 14)
Sifat buruk yang kedua yang akan kita bahas adalah memiliki
sifat dendam. Apa sih dendam itu? Mau tau nih, sobat. Sifat dendam itu termasuk
dalam penyakit hati juga. Lebih tepatnya, dendam itu adalah niat yang sudah
kita rencanakan untuk membalas rasa sakit hati kita, karena kita pernah
disakiti oleh teman kita atau siapa saja. Mungkin teman kita atau orang lain
itu melakukan sesuatu hal atau perbuatan yang membuat kita sakit hati, baik itu
dalam hal perkataan, maupun perbuatan. Aaah… janganlah begitu, sobat! Janganlah
kita terlalu mudah untuk bersifat dendam terhadap sesama, apalagi terhadap keluarga
kita atau teman kita sendiri. Nggak baik, sobat! Allah swt. mengingatkan dalam
Firman-Nya.
“Dan, apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka), “Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” (QS. Ali Imran: 11
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Ahzab: 58)
Ketahuilah, bahwa sifat dendam itu adalah awal mula
dari perselisihan yang menyebabkan perpecahan dan permusuhan. Kalau sudah
begitu, akan hancur deh ikatan keluarga, persaudaraan, dan persahabatan kita.
Sedih deh jadinya nggak punya saudara atau teman (hiks…hiks…hiks). Simaklah
Firman Allah swt. berikut ini.
“Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya, dan berbuat kerusakan dimuka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Baqarah: 27)
Kita terkadang mudah terpicu dan terprovokasi oleh setan
dan godaan hawa nafsu! Walaupun itu hanya gara-gara hal yang sepele atau hal
yang kecil sekalipun. Sebenarnya hal tersebut timbul, akibat dari hasutan
setan. Setan sengaja menghasut ke lubuk hati setiap manusia yang mungkin saat
itu iman kita lagi futur (menurun) atau bahkan yang lebih parah lagi jika iman
kita lagi melemah, waaah…itu bisa gawat! Hati-hati itu bahaya lho! Ayo
cepat-cepat selamatkan iman kita, naikan segera kualitas iman kita dengan
banyak berzikir dan beribadah kepada Allah. Sebagaimana Rasulullah saw.
bersabda dalam hadisnya.
“Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa yang pada masa lemahnya, ia tetap dalam sunnah (petunjuk)ku, maka dia telah beruntung. Namun barangsiapa yang beralih kepada selain itu, berarti dia telah celaka.” (HR. Ahmad)
“Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa yang pada masa lemahnya, ia tetap dalam sunnah (petunjuk)ku, maka dia telah beruntung. Namun barangsiapa yang beralih kepada selain itu, berarti dia telah celaka.” (HR. Ahmad)
Pertahankanlah diri kita agar tidak diganggu oleh setan
dan peliharalah iman kita juga, agar jangan sampai lemah. Ingatlah Firman Allah
swt. ini.
“Setan itu telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itu menjadi golongan setan. Ketahuilah sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. (QS. Al-Mujadilah: 19)
Sebenarnya apa sih yang membuat iman kita lemah? Mau
tahu? Hal itu diakibatkan karena kita kurang taat terhadap perintah Allah,
seperti kita kurang melakukan ibadah kepada Allah atau mungkin banyak melakukan
dosa (idiih…serem amat sih). Sebagaimana yang diungkap oleh Allah swt. dalam
Firman-Nya.
“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cendrung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya adalah seperti anjing, jika kamu mencoba menghalaunya diulurkannya lidahnya, jika kamu membiarkannya, dia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al-A’raf: 175-176)
Istighfar yuk! Astaghfirullahu al-‘azhim 3x! Untuk
itu berhati-hatilah, sobat! Kita harus terus saling mengingatkan dan mendoakan
agar selamat dari godaan setan. Perbanyaklah istighfar dan membaca ta’awuz.
Sebagaimana Allah swt. telah memberi petunjuk kepada kita dalam Firman-Nya.
“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)
Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita untuk
melindungi diri dari godaan setan dengan selalu berdoa (semoga kita senantiasa terlindung dari gangguan setan, Aamiin):
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan dan binatang berbisa.” (HR. Bukhori)
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan dan binatang berbisa.” (HR. Bukhori)

