SOLUSI, Jika sarana dan prasarana di sekolah tidak lengkap
Setiap sekolah ataupun pondok pesantren, pasti mempunyai
sarana dan prasarana dong. Ada yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap
dan ada yang tidak lengkap. Yang menjadi kendala adalah, apabila terjadi kurang
lengkapnya sarana dan prasarana di sekolah tersebut. Mengapa bisa terjadi
demikian? Kenapa ya? Hayoo… kenapa? Kalo ngomongin hal itu, mungkin saja terjadi
perbagai problem di sekolah tersebut, sehingga menimbulkan ketidaklengkapan
pada bidang sarana dan prasarananya. Jadi, jangan heran tuh, kalo ternyata di
sekolah, sarana dan prasarananya masih belum memadai atau tidak lengkap.
Padahal Allah swt. telah memerintahkan kepada kita
untuk mempersiapkan segala apa saja untuk kemajuan umat, sebagaimana Allah swt.
berfirman dalam Alquran.
“Oleh karena itu, siap siagalah kepada mereka
dengan segala kekuatan yang ada padamu, seperti pasukan berkuda guna
menimbulkan rasa takut kepada musuh Allah dan musuhmu dan musuh lain lagi yang
belum kamu ketahui, tetapi Allah sudah mengetahui. Apa saja yang engkau
belanjakan untuk kepentingan fi sabilillah, maka kepadamu akan diganti
sepenuhnya dan sedikitpun kamu tidak dirugikan.” (QS. Al-Anfal: 60)
Biasanya sih, hanya sekolah unggulan atau RSBI
(Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), pondok pesantren modern, atau
sekolah swasta yang favorit saja yang memiliki sarana dan prasarana lebih
lengkap dari sekolah-sekolah yang lainnya. Kemungkinan karena kurangnya dana
atau terbatasnya anggaran, sehingga mengakibatkan minimnya sarana dan prasarana
di sekolah atau di pondok pesantren.
Jika dibandingkan dengan pesantren tradisional,
pesantren modern tentu lebih unggul dalam menangani sarana dan prasarananya
(karena para santrinya bayar bulanannya lebih mahal kali ya atau karena
mendapat bantuan dari donatur?). Walaupun demikian, pondok pesantren
tradisional juga punya keunggulan kok, yakni masih terjaga keaslian Bahasa Arab
dan Ilmu Kalamnya. Nilai plus juga dapat dilihat dari kemandirian
santri-santrinya karena harus masak dan mencuci baju sendiri disamping belajar.
Begitu juga dengan sekolah umum, biasanya sekolah
unggulan, model, atau RSBI lebih cakep dan sarana dan prasarananya lebih
lengkap, karena anggaran yang diberikan pemerintah kan lebih banyak ke sekolah
tersebut, jika dibandingkan dengan sekolah lainnya. Kalo sekolah swasta favorit
sudah ketauan dananya banyak, tentu dari bayaran bulanan siswanya dan dari para
donaturnya, sehingga sarana dan prasarananya sangat baik dan lengkap.
Seharusnya pengelola pondok pesantren bertindak
cepat dan sigap dalam menanggapi dan menangani semua kekurangan yang ada di
pondoknya, termasuk salah satunya adalah menanggulangi masalah sarana dan
prasarana. Pondok pesantren bisa mencari donatur atau mencari dana bantuan yang
ada diberikan pemerintah atau bisa juga menerapkan wakaf produktif untuk
menanggulangi kekurangan dibidang sarana dan prasarana. Karena wakaf adalah
salahsatu ibadah dalam bidang ekonomi, selain zakat, infak, dan sedekah. Jadi,
wakaf bukan hanya bernilai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah saja,
melainkan bernilai dimensi sosial ekonomi. Wakaf produktif ada dua macam, pertama:
harta tetap (tidak bergerak), seperti; tanah, rumah, toko, dan harta tidak
tetap (bergerak), seperti; hewan, kenderaan, perkebunan, dan lain-lain. Kedua:
wakaf tunai (uang).
Begitu juga dengan sekolah negeri yang bukan unggulan
dan bukan model atau RSBI, pinter-pinterlah mengelola keuangan yang diberikan
pemerintah, agar dapat melengkapi sarana dan prasarana di sekolahnya. Selain
itu dapat mencari dana pendamping yang disetujui oleh Komite Sekolah kok,
misalnya dengan mencari donator dari orangtua siswa yang mampu dan mengajukan
dana ke Kantor Direktorat untuk dapat membantu pembanguan sarana dan prasarana
di sekolah, jika memungkinkan. Bagi sekolah swasta biasa, bisa juga kok
melakukan hal yang sama seperti diatas, ditambah dengan keprofesionalan mengelola
bayaran bulanan dari siswanya. Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.
“Sesungguhnya Allah mewajibkan kebaikan
(keprofesionalan) atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)
Jika pihak sekolah dapat memadai dibidang sarana dan
prasarana ini, tentu baik sekali. Pasti kenyamanan dan kepuasan akan didapatkan
dan dirasakan oleh siswa-siswinya. Tetapi, bagi sekolah yang belum juga memadai
sarana dan prasarananya atau sekolahnya tidak bisa menjalankan usaha-usaha
diatas, jangan bersedih! Harus tetap semangat, karena itu bukan akhir
segalanya. Kita dapat mencari cara yang lain, agar kita bisa terus belajar. Karena
proses belajar mengajar tidak boleh berhenti sampe disitu saja, hanya karena kurangnya
sarana dan prasarana (bukan kita buanget itu mah!). Keep your spirit!
Allah swt berfirman dalam Alquran.
“Barangsiapa
yang bersungguh-sungguh berjihad di jalan kami, sungguh benar-benar akan Kami
tunjukkan jalan-jalan Kami dan Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.“
(QS. Al-Ankabut: 69)
Sebagaiman Rasulullah saw. telah mengingatkan dalam
hadisnya.
“Sebaik-baik usaha adalah usaha tangan seorang
pekerja, apabila ia mengerjakannya dengan tulus.” (HR. Ahmad)
