Ada Ide Nih.... Jika Sekolah Tidak Mengadakan Program Ekstrakurikuler (Ekskul)
Sebenarnya jarang sekali sih, sekolah yang tidak
mengadakan ekskul buat siswa dan siswinya. Hal itu tergantung dari manajemen
sekolahnya juga. Jika pihak sekolah memiliki visi dan misi untuk kemajuan
sekolah, mungkin peluang untuk mengadakan ekskul akan terbuka lebar, tetapi
sebaliknya, jika manajemen sekolah beserta pengelola sekolah (untuk sekolah
swasta) kurang dalam memiliki visi dan misi untuk kemajuan sekolah, maka
peluang untuk mengadakan ekskul akan sangat tipis (mudah-mudahan tidak ada
sekolah yang tidak mau mengadakan ekskul buat siswa dan siswinya. Jangan tergantung
pada mood dan badmood dong dalam mengelola sekolah).
“Jika anda mampu melihat masa depan, jagalah.
Jangan sia-siakan. Apa yang anda lihat bukan kebetulan. Ia rencana besar yang
Tuhan berikan.” (Nanang Qosim)
Ekskul sebenarnya sangat penting diadakan, karena untuk
menggali potensi dan bakat dari para siswa dan siswi (pelajar) di sekolah, agar
mereka mampu menyalurkan bakat dan potensi yang mereka miliki, sehingga mereka
mampu mengembangkannya sesuai dengan talenta dan bakat mereka masing-masing.
Sayang banget memang, jika potensi ataupun bakat yang dimiliki oleh para
generasi muda atau pelajar (siswa dan siswi) tidak digali, dipupuk, dan kemudian
disalurkan. Padahal dengan bakat yang disalurkan itu, para pelajar dapat
mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan mengisi masa mudanya
dengan prestasi! Allah berfirman dalam Alquran.
“Katakanlah, “Tiap-tiap orang berbuat menurut
keadaannya (bakatnya) masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang
lebih benar jalannya.” (QS. Al-Isra’: 84)
Ingatlah kata bijak ini, “Saya yakin, bahwa
manusia lahir dengan bakat lebih banyak dari yang kita tahu. Bahkan sebagian
lahir sebagai jenius, akan tetapi terkikis secara cepat.”
Mungkin ditiap pondok pesantren atau sekolah umum, berbeda
program sekolahnya atau ekskul yang diadakan, bukan? Tapi tidak sedikit juga, pondok
pesantren atau sekolah umum yang sama peraturan dan penataan program
sekolahnya, salah satunya termasuk mengadakan program ekskulnya. Jika terdapat
kesamaan, mungkin itu hanya kebetulan saja.
Berbicara masalah ekskul nih, mungkin kita sebagai
santriwan dan santriwati (panggilan untuk pelajar di pondok pesantren) atau
siswa dan siswi (panggilan untuk pelajar di sekolah umum) bisa memprotes atau
memberi masukan kali ya, pada pihak pondok pesantren atau sekolahnya, apabila
ditiadakannya ekskul. Karena kita tahu kan, bahwa ekskul itu sangat penting
untuk perkembangan bakat dan talenta para santriwan dan santriwati atau siswa
dan siswinya. Kalo nggak ada ekskul, apa kata dunia? Tentu hal itu sangat
mengecewakan sekali buat para siswa dan siswinya. Kasihan tuh Pak, Bu, siswa
dan siswinya yang pada punya hobbi nggak bisa disalurkan. Para supporternya
juga udah pada nggak sabar tuh, ingin melihat idolanya beraksi. Don’t worry,
sobat. Allah swt. telah mengingatkan dalam Firman-Nya.
“Katakanlah, “Tiap-tiap orang berbuat menurut
bakatnya masing-masing.” Maka, Tuhanmulah lebih mengetahui siapa yang lebih
benar jalannya.” (QS. Al-Isra’: 84)
‘Aidh Al-Qarni berkata, “Orang yang cerdas, dialah
orang yang mengenali potensi dan bakatnya, serta selalu berupaya memperbaiki
kekurangan yang ada.”
Tetapi, apabila di sekolah kita tidak ada ekskul
juga, ya sudahlah. Innallaha ma’ashobirin deh. Jika ekskul di sekolah
kita ditiadakan, bukan berarti kita tidak bisa melakukan apapun juga atau
bahkan tidak bisa menyalurkan bakat dan hobbi kita, sobat. Kita masih bisa kok,
buat program untuk kegiatan-kegiatan yang positif buat diri kita sendiri.
Misalnya, kita masih bisa mengikuti kegiatan positif diluar sekolah atau dimana
saja. Kemudian kita salurkanlah bakat dan potensi kita itu dengan
sebaik-baiknya. Pokoknya buat kebaikan diri kita, kita sendiri deh yang paling
tau. Allah swt. berfirman dalam Alquran.
“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik
laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami akan memberikan
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS. An-Nahl: 9)
Hasan al-Basri mengatakan, “Kebaikan adalah
cahaya didalam hati dan kekuatan di badan. Keburukan merupakan kegelapan
didalam hati dan kelemahan di badan.”
Ikutilah ekskul yang sesuai dengan bakat yang kita
miliki, agar mudah dalam menjalaninya. Kita harus berusaha mencari bakat apa
yang sebenarnya ada pada diri kita. Setelah itu, pupuklah keyakinan dalam diri
kita, bahwa kita dapat melejitkan bakat yang ada pada diri kita itu. Ingat
sobat, jika kita benar-benar ingin berhasil dan menjadi orang yang hebat, yang
harus kita lakukan adalah kita harus yakin bahwa kita bisa melakukannya. Oke!
Orang bijak mengatakan, “Yakin kepada Allah dan
percaya diri menciptakan mukjizat diatas dunia.”
“Percaya diri adalah gas penggerak kehidupan.”
(Sholikhin Abu Izzuddin)
