Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seri Untuk Pelajar: Duh... Banyak Banget Yang Harus Dibayar!


Kita tentu sudah tahu kan, bahwa sekolah itu membutuhkan biaya untuk membeli alat-alat sekolah dan keperluan sekolah lainnya, seperti buku tulis, buku pelajaran, semua alat-alat tulis, baju seragam, baju olah raga, sepatu, tas, dan kebutuhan lainnya. Semua itu tentu harus kita sediakan dan beli sendiri. Allah berfirman dalam Alquran.

 Oleh karena itu, siap siagalah kepada mereka dengan segala kekuatan yang ada padamu, seperti pasukan berkuda guna menimbulkan rasa takut kepada musuh Allah dan musuhmu dan musuh lain lagi yang belum kamu ketahui, tetapi Allah sudah mengetahui. Apa saja yang engkau belanjakan untuk kepentingan fi sabilillah, maka kepadamu akan diganti sepenuhnya dan sedikitpun kamu tidak dirugikan.” (QS. Al-Anfal: 60)

Belum lagi biaya lain yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah yang harus kita bayar. Wah, pokoknya kalo kita masih sekolah, buanyak banget deh yang harus dibayar dan harus dilunasi. Contohnya nih yang harus kita lunasi adalah, dana administrasi sekolah, yang termasuk didalamnya yaitu; uang pangkal atau uang masuk, SPP (Sumbangan Pembangunan Pendidikan), uang OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), infaq, sumbangan sosial, uang kas kelas, bayar uang praktek bagi siswa yang belajar di SMK swasta, terus bayar uang kegiatan siswa, seperti LDK seangkatan, jambore ekskul, atau perkemahan Sabtu Minggu.

Sekarang muncul pertanyaan, siapakah yang akan menyediakan kebutuhan sekolah kita dan membayar biaya sekolah kita tersebut? Jawabnya,  tentu orangtua kita dong. Orangtualah yang berkewajiban memenuhi kebutuhan anaknya, karena anak memang merupakan tanggung jawab orangtua. Sebagaimana Allah telah memerintahkan dalam Firman-Nya.

 Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 215)

Sekali lagi, ingat sobat! Bahwa yang bekerja keras untuk membayar semua keperluan kita itu adalah, orang tua kita, bukan orang lain dan bukan juga teman-teman kita. Jadi, kita sebagai anak harus sadar dan berterima kasih banyak kepada orangtua. Kita juga harus mengerti akan kondisi orang tua yang sudah susah payah mencari uang untuk membiayai sekolah dan semua kebutuhan kita. Tau nggak, sobat? Biaya kita untuk masuk sekolah itu, bukannya sedikit. Jadi, renungkanlah!

Kita harus kudu jadi anak yang baik dan bersungguh-sungguh sekolah sobat, jangan malah sering bolos sekolah atau nggak jelas, antara sekolah atau nggak sekolah. Malas belajar, sehingga banyak pelajaran kita yang remedial (mengulang). Melanggar peraturan sekolahlah, sehingga orang tua kita dipanggil untuk datang ke sekolah, kemudian mendapat teguran atau bahkan diskorsing. 
Mintai duit mululah, katanya buat bayaran di sekolah, eeh nggak taunya buat belanja atau mentraktir temen-temen dan melakukan perbuatan lainnya yang terkadang membuat orang tua kita kecewa. Kasihan sekali orangtua yang sudah bersusah payah mengurus dan membiayai kita dengan pengorbanan yang tiada tara, tetapi kita balas dengan perlakuan yang buruk. Nauzhubillahi min zalik. Rasulullah saw. menjelaskan dalam hadisnya.

Barangsiapa suka dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah dia berbakti kepada kedua orangtuanya dan menyambung tali persaudaraan.” (HR. Ahmad)

Sadarlah sobat. Janganlah kita sampai melakukan hal yang buruk terhadap orangtua kita, kasihanilah mereka. Sebagaimana Allah swt. telah mengingatkan dalam Firman-Nya.

Dan kami wajibkan manusia berbuat kebaikan kepada kedua orangtua ibu bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Kulah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 8)

Belum lagi, orangtua kita harus menyediakan biaya untuk uang saku atau jajan dan buat ongkos kita ke sekolah setiap hari. Terus, buat belanja keperluan kita yang lain atau biaya yang tidak terduga setiap harinya selama kita sekolah. Semua itu kan harus dipenuhi juga. Ck, ck, ck… sungguh kasihan juga orangtua kita. Tiap hari harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita. Kalo kita sebagai anak pengertian sama orangtua, kalo kagak? Kasian banget ya, orangtua kita. Allah mengingatkan kita kembali dalam Firman-Nya.

Dan banyak berbakti kepada kedua orangtuanya dan bukanlah ia orang yang sombong, lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)

Segala sesuatu yang harus dibayar sangat banyak sekali sih, terutama yang paling mahal itu adalah biaya administrasi diawal masuk dan uang gedung pada saat pertama pendaftaran ulang masuk sekolah. Pada saat itu memang banyak orangtua siswa yang ingin segera melunasi administrasi sekolahnya sih, tetapi ada juga yang masih bingung, bagaimana cara membayarnya? Karena nggak punya uang. Ada juga yang hanya bisa membayar dengan cara menyicil setiap bulannya.

Kalo saja, pihak pemerintah komitmen menjalankan programnya untuk menjalankan wajib belajar 9 tahun gratis! Waduh, betapa senangnya hati siswa dan siswi yang tidak mampu. Begitu juga nih bagi siswa dan siswi yang berada di sekolah swasta, apabila siswa dan siswinya yang tidak mampu disubsidi, tentu hal tersebut sangat membantu bagi para orangtua. Mereka nggak bisa bayaran memang karena benar-benar tidak mampu. Emang ada orangtuanya mampu tapi nggak bayaran? Atau orang mampu, malah ngakunya nggak mampu? (awas lho, ntar jadi orang nggak mampu beneran mau?). Ehmm, begitulah karakter masyarakat kita. Karakter yang buruk harus segera dirubah.

Emang kasihan banget orang tua kita yang pengeluarannya setiap hari dan setiap bulan sangat banyak sekali. Mana rutin lagi, setiap bulannya harus mengeluarkan uang buat uang sekolah kita. Itupun kalo satu anak yang sekolah, kalo lebih dari satu? Apalagi kalo pendapatannya orangtua kita tidak mencukupi untuk membayar semua itu. “Ya Allah, kasihanilah orangtua kami, mudahkan dan limpahkanlah rezeki kami.”

Oleh karena itulah, sebagai seorang anak yang masih sekolah, kita harus bisa membantu orangtua kita dengan rajin belajar dan semangat untuk pergi ke sekolah. Belajarlah dengan sebaik-baiknya, menjaga akhlak yang baik, rajin beribadah, dan teruslah mendoakan orangtua kita agar mudah rezekinya. Janganlah kita sia-siakan pengorbanan dari orangtua kita. Terlebih lagi, saat ini kan kita sudah beranjak remaja, bukan anak-anak lagi. Jadi kita harus ngertiin kondisi orangtua. Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.

 Anak-anak tidak mungkin bisa membalas jasa kepadanya, kecuali ia menemukan ayahnya itu sebagai budak, lalu ia membeli dan membebaskannya atau memerdekakannya.” (HR. Muslim)

Kalo bayaran yang banyak bagi siswa yang orang tuanya mampu mah masih mending. Kalo bagi siswa yang orang tuanya biasa-biasa aja, apalagi bagi siswa yang kurang mampu, waduuh… kasihan banget kan? Oleh karena itu, bagi sobat yang mempunyai orangtua mampu, perbanyaklah bersyukur kepada Allah dan jangan lupa berbagi kepada saudara-saudara kita yang kekurangan. Kemudian, bagi sobat yang mempunyai orangtua yang kurang mampu teruslah berharap dan memohonlah kepada Allah swt., perbanyaklah bersabar, rajin beribadah, dan banyak berdoa kepada Allah Rabbul Izzati, agar dimudahkan Allah rezekinya. Jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolong kita! Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Alquran.

Wahai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Simaklah sabda Rasulullah saw. berikut ini.
Sungguh aneh orang mukmin, karena seluruh urusannya menjadi suatu kebaikan dan tidak ada seorang pun yang dapat melakukannya, kecuali orang mukmin. Jika ia ditimpa kesulitan, maka ia bersabar dan kesabaran itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia mendapat kesenangan, maka ia bersyukur dan rasa syukur itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Abul Muzhaffar al-Abyurdi mengatakan, “Zaman mengecamku dan ia tidak tahu bahwa aku menjaga diri, dan bagiku peristiwa zaman tak membebani. Zaman memperlihatkan bagaimana melakukan ancamannya, begitu juga aku menampakkan kesabaranku bagaimana dia adanya.”

Yuk, kita simak puisi dibawah ini untuk mengenang jasa orangtua kita yang sudah bersusah payah berkorban untuk memperjuangkan hidup dan masa depan kita. Jasa kedua orangtua kita tidak dapat dibalas dengan apapun juga, walaupun dengan harta seluas lautan.

                                         OH IBU DAN AYAHKU
                                              Ciptaan. Evi Zahara

                 Ibu dan Ayah adalah matahariku
                 Ibu dan Ayah adalah rembulanku
                 Sungguh mulia tugasmu
                 Sungguh berjasa engkau dalam hidupku

                                         Aku tidak bisa hidup tanpamu
                                         Aku tidak bisa berdiri tanpa asamu
                                         Engkaulah yang mengasuhku dari kecil
                                         Engakaulah yang membimbingku hingga
                                         Aku sekarang dewasa

                 Aku berhutang budi padamu, Ibu
                 Aku berhutang bakti padamu, Ayah
                 Akan kupenuhi semua itu
                 Akan kuabdikan hidupku padamu

Aku ingin mendapat ridhomu
                                         Oh Ibu dan Ayahku
                                         Aku ingin mendapat kemuliaan karenamu
                                         Wahai Ibu dan Ayahku
                 Ya Allah, kasihilah Ibu dan Ayahku
                 Ya Allah, ampunkanlah dosa keduanya
                 Muliakanlah Ibu dan Ayahku
                 Masukanlah mereka kedalam surga-Mu