INILAH DIA KUNCI KEBERHASILAN => TERLETAK PADA “MOTIVASI DIRI”--- part 1
Hallo… Para pengunjung GenerasiDambaan. Mudah-mudahan
selalu sehat, murah rezeki, dan sukses. Bantu share ya.
Jadi kunci
keberhasilan kita adalah terletak pada “motivasi
diri.” Maka dari itu teruslah memotivasi diri
sampai diri kita berhasil.
Orang bijak mengatakan, “Orang yang cerdas emosinya adalah orang yang bisa memotivasi diri sendiri saat terpuruk.”
“Motivasi diri adalah bahan bakar bagi kehidupan” (Sholikhin Abu Izzuddin)
Motivasi diri merupakan dorongan yang sangat kuat dalam diri kita
untuk melakukan apa aja. Jadi dengan memotivasi diri kita, berarti kita terus
mendorong diri kita untuk maju, menang, dan mencapai keberhasilan. Karena
motivasi itu dapat mengalahkan kemalasan, ketakutan, dan kekalahan yang ada
dalam diri kita.
Seorang Ulama bernama Ibnu Jauzy berkata, “Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari-harimu sarat dengan amalan yang terbaik. Kesempatan itu akan segera lenyap, secepat perjalanan awan dan menunda-nunda pekerjaan tanda orang yang merugi. Dan barang siapa bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya.”
Selain memotivasi diri secara fisik dan psikis (dorongan semangat
dalam diri), kita juga harus memotivasi hati atau ruhiyah kita, karena
memotivasi hati atau ruhiyah itu hasilnya sangat dasyat! Bagaimanakah cara
memotivasi hati itu? Jawabnya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Kita
harus menyadari, bahwa dalam hidup kita ada campur tangan Allah.
Oleh karena itu, dekatkanlah diri kita kepada Allah, karena
Dia-lah Tuhan Semesta Alam yang dapat melakukan apa saja untuk diri kita dan
mengabulkan apa saja yang kita minta. Simaklah Sabda Rasulullah saw. berikut
ini.
“…Apabila ia mengingat-Ku pada dirinya, ia Ku-ingat pada zat-Ku, jika menyebut-Ku pada makhluk hamba-Ku yang lebih baik darinya. Jika ia mendekatkan diri pada-Ku sejengkal yaitu dengan taat kepada-Ku, ia kudekati sehasta yaitu dengan rahmat-Ku, dan jika ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta, ia Ku-dekati dua hasta, dan jika ia datang kepada-Ku berjalan kaki, ia Ku-datangi dengan berlari.” (HR. Muslim)
Bersambung ke part 2

